Ketan Bintul Makanan Ramadhan Sultan Banten

Ketan Bintul Makanan  Ramadhan Sultan Banten

Ketan Bintul yang jadi favorit masyarakat Banten adalah makanan para sultan kerajaan Banten pada zamannya dulu.

Ketan Bintul Makanan Ramadhan Khas Kerajaan Banten

Konten.co.id – Ketan bintul, sebagai salah satu makanan khas Banten, tak kalah tenar dengan makanan khas Banten lainnya seperti sate bandeng. Ketan bintul menjadi makanan favorit dan selalu menjadi buruan masyarakat Kota Serang serta luar Banten saat bulan Ramadan.

Konon, ketan bintul menjadi makanan favorit sultan Banten. Uniknya lagi, makanan ini hanya muncul selama bulan Ramadan.

Makanan dengan bahan dasar ketan yang ditaburi dengan kuah semur daging ini, digandrungi masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa. Selain enak, makanan pembuka ini cocok di perut dan juga di kantong.

Bahan baku untuk membuat ketan bintul cukup sederhana, yaitu ketan, daging sapi atau kerbau dan santan.

Makanan ini dibuat dengan cara menumbuk adonan dari beras ketan hingga adonan menjadi keras. Kemudian dikukus dengan santan kental dan beraneka rempah.

Setelah matang, ketan kemudian dipindahkan ke dalam wadah, lalu diiris-iris menjadi beberapa bagian lalu diberi taburan serundeng dan semur daging untuk penyajiannya agar terasa lebih gurih.

Bagi sebagian warga Banten, khususnya Kota Serang, ketan bintul merupakan salah satu makanan yang sudah tidak asing lagi saat Ramadan tiba.

Dengan tekstur yang lembut dan gurih, menjadikan makanan ini paling banyak diburu warga untuk dijadikan menu andalan takjil atau bukaan puasa.

“Alhamdulillah selalu padat pembeli kalau masyarakat lagi ngabuburit di bulan puasa,” ujar Surwanto penjual aneka makanan khas Banten di Pasar Lama, Kota Serang, Kamis (9/5/2019).

Ia mengaku, setiap hari selama bulan Ramadan penjualan ketan bintul bisa mencapai 15 sampai 20 tetampah, 1 tetampah berisi 35 bungkus.

Sedangkan untuk daging sapi dan kerbau, biasanya menghabiskan kurang lebih hingga 35 kilogram per hari.

“Satu porsi berisi 12 potong ketan bintul dan satu bungkus rendang sapi yang dijual dengan harga Rp 15 ribu,” ujarnya. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *