Kejadian Sebenarnya Bayi dalam Kardus di Tasik

Kejadian Sebenarnya Bayi dalam Kardus di Tasik

Bayi baru lahir dirawat dalam kardus di Tasikmalaya, Jawa Barat viral di media sosial. Namun video yang viral tersebut tidak menceritakan kejadian secara utuh.

Viral di Medsos, Begini Kejadian Sebenarnya Bayi dalam Kardus di Tasik

Konten.co.id – Dimas Sutrisna (41 hari), anak dari pasangan Harun Sutrisna (30) dan Sri Adinda (27), warga RT/RW 08/03 Dusun Galonggong, Cilangkap, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat, dirawat dalam kardus dan diterangi lampu untuk menghangatkan tubuhnya, Minggu (26/5/2019).

Sri, ibu dari Dimas mengatakan saat lahir berat badan anaknya hanya 1,7 kilogram. Sehingga, bidan menyarankan untuk perawatan di inkubator.

Akhirnya di bawa ke Puskesmas Manonjaya untuk mendapatkan perawatan selama dua pekan. “Saat kondisinya membaik diperbolehkan pulang, akhirnya saya bawa pulang,” katanya.

Walaupun kondisinya membaik, tapi idealnya Dimas harus tetap berada dalam inkubator supaya tubuhnya tetap hangat. “Sebagai alternatif, saya akhirnya menyimpan anak saya dalam kardus dan diterangi dengan lampu supaya suhu badannya tetap hangat dan tidak kedinginan,” katanya.

Kata dia, hal tersebut dilakukan karena terpaksa. Mengingat tidak ada alat lagi yang bisa digunakan menghangatkan tubuh anaknya yang kondisinya baru keluar dari inkubator.

“Saya mendapatkan saran dari bidan, dengan menyimpan dalam kardus akan membuat badannya lebih hangat dan tidak kedinginan,” terangnya.

Sejauh ini, kata dia, pascapulang dari puskesmas, kondisinya sehat. Namun, perawatan dalam kardus dilakukan untuk menjaga suhu tubuhnya tetap hangat, karena saat lahir berat badannya kurang ideal.

Terpisah, Kepala Dusun Galonggong, Cilangkap, Manonjaya, Ucup menyayangkan bayi yang dirawat dalam kardus dan viral di Facebook tidak sesuai kenyataannya.

Dalam media sosial tersebut terlihat gambar rumah yang sangat rusak dan tidak layak huni, kemudian terdapat bayi yang dirawat dalam kardus dengan penerangan lampu.

“Padahal apa yang ditayangkan di Facebook itu tidak sesuai aslinya, karena rumah Sri yang merawat bayinya dalam kardus tidak serusak itu, walaupun dia termasuk warga kurang mampu. Namun kalau gambar bayi dirawat dalam kardus memang benar adanya,” paparnya.

Ia mengatakan Sri melahirkan di rumah tanpa bantuan siapa pun. “Iya dia melahirkan anaknya kaborosotan. Kemudian dibawa ke Puskesmas Manonjaya untuk mendapatkan perawatan,” paparnya.

Kata dia, selama perawatan di puskesmas membutuhkan biaya. Namun, Sri merupakan warga yang kurang mampu, akhirnya desa membantunya supaya tetap men­dapatkan perawatan.

“Kalau persoalan dirawat dalam kardus itu saran bidan saat pulang dari puskesmas, supaya kondisi tubuh bayi selalu hangat setelah keluar inkubator,” terangnya.

Menurut dia, rumah yang benar-benar rusak dan muncul dalam video di Facebook adalah milik warga lain. Memang kondisinya benar-benar tidak layak huni dan sudah diusulkan mendapatkan bantuan untuk perbaikan.

Pejabat sementara (Pjs) Desa Cilangkap, Enok mengiyakan ada warganya merawat bayinya dalam kardus. “Iya benar, itu dilakukan untuk menghangatkan badannya karena saat lahirnya beratnya kurang. Apalagi dia merupakan warga kurang mampu,” bebernya. (*)

Penulis: Ade Indra
Editor: Mahesa

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *