fbpx

Kapitra Meminta Jatah Jaksa Agung

Kapitra Meminta Jatah Jaksa Agung

Kapitra Ampera caleg PDIP meminta jabatan sebagai Jaksa Agung kepada prsiden Joko Widodo di kabinet mendatang. Hal ini memicu ketegangan dan pertanyaan pantaskah Kapitra jadi jaksa agung?

Belum Apa-apa, Kapitra Sudah Meminta Jatah Jaksa Agung

Konten.co.id – Ditegah suhu politik yang sedang memanas, muncul ketegangan baru. Yaitu Kapitra Ampera yang mengajukan diri sebagai jaksa agung kabinet baru. Kapitra menyatakan, dari jenjang sarjana sampai strata tiga, dia konsisten menempuh bidang hukum. Dia juga mengatakan sudah cukup berpengalaman sebagai praktisi hukum, khususnya sebagai advokat.

“Saya kan sudah jungkir balik, berdarah-darah. Saya berharap kepada Pak Jokowi untuk bisa diberi kesempatan. Kalau sesuai dengan bidang saya itu, ya, Jaksa Agung,” ujar Kapitra kepada wartawan, Selasa (30/4/2019).

“Sesuai dengan bidang saya, ya, kalau boleh ya Jaksa Agung,” kata Kapitra.

Ia mengaku percaya diri untuk menjadi jaksa agung lantaran pengalamannya menjadi pengacara sudah 30 tahun. Dirinya mengerti berbagai hukum pidana, perdata hingga niaga yang jauh diatas jaksa agung saat ini Muhammad Prasetyo. 

“Saya punya kemampuan yang bagus untuk jadi jaksa agung. Selain saya punya pengalaman saya juga bisa memanage berbagai hal,” ujarnya.

Ia mengaku tidak menyalahkan aturan dengan meminta jabatan tersebut kepada presiden Jokowi. Dirinya mencontohkan Nabi Yusuf AS yang meminta kepada raja Mesir untuk menjadi menteri besar karena merasa mampu mengatur keuangan.

“Saya juga meminta hal tersebut kepada presiden karena saya punya kemampuan tentunya tidak salah,” terangnya.

Kapitra menyatakan dia kehilangan banyak teman dan relasi gara-gara pindah haluan mendukung Jokowi. Seperti diketahui, pria yang juga pernah menjadi pengacara Habib Rizieq Syihab ini sebelumnya berada di kubu oposisi.

“Saya kehilangan banyak teman. Pengorbanan saya sudah cukup banyak. Rumah sampai dimolotov dan sebagainya,” kata Kapitra.

Lalu, bagaimana dengan pencalegannya? Kapitra kini mengatakan dia lebih cocok berada dalam sebuah struktur. Dia mengklaim tidak akan mengambil kursi legislatif seandainya melenggang ke Senayan. 

“Pencalegan PDIP dulu itu kan hanya pintu masuk saja,” tutur Kapitra.

Hanya saja ia mengaku menyerahkan semua keputusan ditangan presiden terkait pemilihan jaksa agung. Bahkan andai yang terpilih nanti bukan dirinya dan berasal dari PDIP ia mengaku legowo. 

“Ya allhamdulillah kalau nanti juga dari partai yang sama, tentu kita juga senang,” ucapnya.

Sementara politisi Ruhut Sitompul menghormati keinginan Kapitra untuk menjadi jaksa agung di kabinet baru. Terlebih dirinya dulu pernah bergabung di oposisi. Apalagi kapitra juga orang yang terdepan saat 212. 

“Saya hormati dengan segala pengorbanan Kapitra menyebrang ke kubu PDIP ke kubu Megawati dengan segala pengorbanannya,” kata dia.

Ia mengakui kalau Kapitra cocok untuk menjadi jaksa agung. Melihat backgroundnya sebagai pengacara dan memiliki jam terbang yang baik juga. “Dia mengerti soal politik soal HAM sama saya, kita tidak bisa larang dia,” ucapnya.

Ia menceritakan kalau pamannya yang seorang jenderal pada orde baru pernah berpesan kalau dengan pemimpin orang Jawa sebenarnya tidak perlu meminta. Justru akan memberikan reward tersendiri jika melihat peringai atau pekerjaan baik seseorang. 

“Tapi kita juga tetap hormati saja. Apalagi Megawati ketua umum PDIP juga orang yang arif dan bijaksana yang nantinya juga akan ikut membawa seseorang untuk maju,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan advokat Elza Syarief. Katanya sah- sah saja seseorang yang mengajukan diri sebagai jaksa agung. Ia menekankan tugas jaksa agung juga sebagai tangan kanan presiden.

Untuk menentukan menjadi jaksa agung adalah kewenangan presiden. “Ya bagus kalau bisa promote diri yang mampu menjadi jaksa agung. Justru tidak masalah,” kata dia.

Untuk menjadi jaksa agung, kata dia, bukan untuk mencari kekuasaan atau apapun. Menjadi jaksa agung adalah sebuah pengabdian, penegakan hukum dan bekerja secara profesional. 

“Jaksa agung bukan seperti lawyer dengan step by step. Tapi juga harus bisa mengutamakan kejujuran dan bisa manajerial bawahannya dengan benar. Karena bawahan jaksa agung kan tidak semua loyal, ini harus bisa manage dengan baik,” ungkapnya. (AI)

Property of TVOneNews

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video