Guru Pengancam Akan Ledakkan Kantor KPU RI Ditangkap Polisi

Guru Pengancam Akan Ledakkan Kantor KPU RI Ditangkap Polisi

Mengancam akan ledakkan kantor KPU RI, seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah negeri di Kabupaten Garut, Sabtu (18/5) diamankan pihak Kepolisian Resor Garut.

Mengaku Iseng, Guru Pengancam Akan Ledakkan Kantor KPU RI Ditangkap Polisi

Konten.co.id – Seorang guru agama di Kabupaten Garut menyebarkan pesan akan meledakkan Kantor KPU RI karena tidak puas atas hasil Pemilu 2019. Berkat ulahnya, guru yang mengajar di salah satu sekolah negeri ini kini diamankan jajaran Polres Garut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, guru berstatus ASN yang diamankan pihak kepolisian diketahui berinisial AS. Ia tercatat sebagai warga Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Salah seorang sumber yang namanya enggan disebutkan, menyebut bahwa yang bersangkutan ditangkap oleh Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut.

“Ditangkapnya sekitar pukul 00.00 WIB pada Sabtu (18/5). Beliau ini ASN guru yang mengajar mata pelajaran PAI di salah satu SMA Negeri di Kecamatan Cibatu,” ujarnya sat dihubungi, Senin (20/5) malam.

Ia mengaku mengetahui informasi penangkapan terhadap AS pada Minggu (19/5) siang. Penangkapannya dilakukan karena diduga melakukan pelanggaran informasi transaksi elektronik (ITE).

AS diduga melakukan provokasi dalam grup whatsapp untuk melakukan jihad ke Jakarta. Selain itu juga, AS juga melakukan ancaman pemboman ke KPU RI.

Saat ini, AS diketahui masih dalam proses pemeriksaan oleh kepolisian di Mapolres Garut. Rencananya, Selasa (21/5/2019) Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudy Sufahriadi akan melakukan press conference di Mapolres Garut.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut, AKP Maradona Armin Mapaseng membenarkan penangkapan AS di rumahnya, Sabtu (18/5). Berdasarkan hasil pemeriksaan, AS mengaku mendapatkan tulisan tersebut dari salah satu grup nasional whatsapp yang ia ikuti.

“Terus diteruskan lagi sama dia. Awalnya bilangnya sadar bahwa apa isi tulisannya itu dia sadar. Yang kedua dia usil sih jawabannya. Cuma kan dia tau kontennya isinya itu apa. Terus orang kan baru ngeshare sharean dari orang ada waktu, ada jeda waktu untuk mikir dulu kan, tertarik atau tidak tertarik dengan konten itu,” jelasnya saat dihubungi, Selasa (21/5) dini hari.

Maradona melanjutkan, jika penerima tidak tertarik dengan konten yang diterima maka responnya akan cenderung dibiarkan, tidak melakukan share kembali. Saat ini Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap AS. Agar diketahui motif aslinya apa.

“Kalau dia sih jawabannya saya memang membaca pak, terus ya saya merasa tertarik. Tapi ya dasarnya dia mengaku usil. Tapi ko usil masalah begini, dia gabisa jawab juga. Intinya kata dia khilaf katanya,” ungkap Maradona. (*)

Penulis: Kharisma
Editor: Mahesa

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *