Gelar Profesor Amien Rais Dicabut UGM

Gelar Profesor Amien Rais Dicabut UGM

Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan Politisi Senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tak lagi menyandang gelar Profesor.

Sudah Pensiun dari UGM, Gelar Profesor Amien Rais Dicabut

Konten.co.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan Politisi Senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tak lagi menyandang gelar Profesor.

“Amien Rais sudah pensiun dari UGM, tidak ada lagi ikatan struktural. Apa yang beliau lakukan, bukan tanggung jawab UGM, itu tanggung jawab pribadi,” tegas Panut, Senin (27/5/2019).

Kepala Humas dan Protokol UGM Iva Ariani menuturkan profesor atau guru besar adalah jabatan akademik. “Sehingga, ketika yang bersangkutan pensiun, jabatan akademik sebagai guru besar itu pun sebetulnya juga harusnya hilang, ketika tak lagi menjadi dosen,” ucapnya.

Sementara itu Wasekjen PAN Saleh Daulay menolak jika gelar Amien Rais sebagai profesor dan guru besar di UGM dicabut.
“Pemberian gelar guru besar itu ada mekanismenya. Tidak mudah untuk meraihnya. Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi dan Pak Amien Rais tentu sudah memenuhi semua itu,” ujarnya.

“Lagi pula, hanya ada di UGM gelar profesor hilang. Itu pun yang menyebut hanya satu orang saja. Meski menjabat sebagai ketua dewan guru besar, bukan berarti bisa memutuskan sendiri terkait gelar guru besar yang ada di lingkungan kampus UGM,” imbuhnya.

Saleh menilai argumen soal hilangnya gelar guru besar dan profesor Amien Rais aneh. Ia membandingkan tokoh lain yang sudah pensiun tapi masih tetap dianggap sebagai guru besar dan profesor.

“Kalau argumen yang disampaikannya betul, berarti semua guru besar yang pensiun tidak boleh lagi dong disebut sebagai profesor. Apa benar seperti itu? Buktinya, banyak guru besar yang sudah pensiun, bahkan sudah meninggal, tetap saja dipanggil profesor. Ini mengada-ada,” sebut Saleh.

Saleh menyebut gelar guru besar dan profesor dari UGM bagi Amien Rais tidak terlalu substantif. Alasannya, Amien sudah diakui sebagai profesor tak hanya di Indonesia.

“Bagi Pak Amien, gelar itu tidak begitu substantif. Sebab, bagaimanapun orang sudah mengenal beliau sebagai profesor. Bukan hanya di Indonesia, Pak Amien juga diakui sebagai profesor di berbagai negara. Ya beliau tenang dan santai saja,” ucap Saleh.

Sedangkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, enggan berkomentar banyak mengenai status guru besar atau profesor yang disandang Amien Rais


Menurut Nasir, status tersebut adalah urusan Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya, Amien yang merupakan Ketua Dewan Pengarah Partai Amanat Nasional itu memang pernah menjadi dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM.

“Yah, itu tentu urusannya kampus UGM. Yang namanya guru besar itu hanya di kampus,” kata Nasir.

Nasir menjelaskan, status guru besar atau profesor memang hanya berlaku saat yang bersangkutan masih mengabdi pada dunia kampus. “Kalau sudah selesai, mengapa guru besarnya masih ada? Sekali lagi, itu urusan UGM lah, UGM punya hak soal itu,” kata Nasir

Untuk diketahui, Amien Rais pernah mengajar di almamaternya selepas meraih gelar doktor dari University of Chicago, Amerika Serikat dengan spesialisasi politik Timur Tengah. Amien menulis disertasi berjudul ‘The Moslem Brotherhood in Egypt: Its Rise, Demise, and Resurgence’ atau ‘Organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir: Kelahiran, Keruntuhan dan Kebangkitannya kembali’.

Setelah reformasi 1998, Amien lebih dikenal sebagai politikus sampai sekarang. Belakangan, Amien Rais kerap melontarkan pernyataan yang menuai polemik. Dia pernah menyerukan people power apabila Prabowo Subianto – Sandiaga Uno kalah di Pilpres 2019.

Amien kemudian mengubah frasa tersebut menjadi kedaulatan rakyat ketika beberapa tokoh, seperti Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma, diringkus polisi dengan tuduhan upaya makar. (*)

Penulis: Kharisma
Editor: Azzahra

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *