AS Ciptakan Iklim Anti China

AS Ciptakan Iklim Anti China

Hubungan China dan Amerika Serikat diprediksi akan semakin memburuk hingga 2035. Hal tersebut menyusul kebijakan AS menciptakan iklim anti China.

AS Ciptakan Iklim Anti China, Hubungan Kedua Negara Semakin Memburuk

Konten.co.id – Hubungan China dan Amerika Serikat diprediksi akan semakin memburuk hingga 2035. Terlebih beberapa tahun ke depan kedua belah pihak akan melakukan persaingan besar-besaran.

“Selama beberapa tahun ke depan kedua belah pihak akan saling menguji kekuatan masing-masing dan cenderung membuat perdagangan antara keduanya menjadi sulit,” ucap Zhang Yansheng, kepala peneliti Pusat China untuk Pertukaran Ekonomi Internasional dilansir dari Bloomberg, Kamis (23/5/2019).

Pada tahun 2021 hingga 2025, lanjutnya persaingan keduanya akan lebih berkutat di bidang ekonomi, perdagangan, teknologi, dan keuangan. “Sementara Dari 2026 hingga 2035, China dan AS dapat menuju ke “kerja sama rasional” dari “konfrontasi irasional,”,” tambah Zhang.

China pun akan mengatur strategi lima tahun kedepan untuk mengatur perkembangan ekonominya. Sementara tahun 2035 menandai Beijing mencapai “modernisasi sosialis”.

Terlebih pada tahun tersebut Cina akan bergabung dengan jajaran negara-negara paling inovatif di dunia. Sedangkan prospek untuk kesepakatan perdagangan dengan AS meredup setelah pembicaraan terganggu awal bulan ini. Presiden Donald Trump pun mengancam perusahaan-perusahaan teknologi China.

“Kegagalan negosiasi saat ini disebabkan oleh AS yang menuntut agar China segera melakukan perubahan besar pada neraca perdagangan, reformasi struktural dan amandemen hukum,” kata Zhang.

“Tidak ada satu pun dari ketiga topik ini yang dapat direalisasikan dalam jangka pendek,” kata Zhang.

Ia menambahkan keinginan AS berada di luar kemampuan China dan perubahan hukum yang diminta pun terlalu tinggi. “Diperlukan waktu bagi Cina untuk meningkatkan kapasitasnya secara nasional,” katanya.

Melihat kesenjangan yang besar antara kota-kota metropolitan dan daerah miskin. AS justru menuntut agar China melakukannya dalam satu langkah, dan mengancam hukuman jika itu tidak terjadi.

“Bagi orang Cina, ini terdengar seperti kembali ke tahun 1840. Apakah itu adil?” tanyanya.

Seorang akademisi mengatakan “asumsi bermusuhan” AS disebabkan oleh “defisit kepercayaan” yang akan memperburuk hubungan ekonomi bilateral. “Sekarang kita melihat decoupling terjadi dalam teknologi, pendidikan, akademisi dan perdagangan,” kata Li Yong, aktivis Asosiasi Perdagangan Internasional China.

Kata Li, apa yang AS lakukan di Cina saat ini mencerminkan apa yang dilakukan AS ke Jepang pada 1980-an. Dimana saat ini AS sedang menciptakan “iklim anti-China” seperti yang mereka lakukan selama negosiasi perdagangan dengan Jepang pada periode itu untuk memaksa konsesi Jepang.

“Banyak langkah yang mereka ambil kurang lebih sama dengan sekarang,” kata Li. (*)

Penulis: Ade Indra
Editor: Mahesa

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *