fbpx

Warga Garut Buat Video Hoaks Agar Pemilu Panas

Warga Garut Buat Video Hoaks Agar Pemilu Panas

Warga Garut, Rukman (30) menyebarkan video hoaks emak-emak geruduk gedung KPU Jombang karena iseng belaka. Ia mengatakan, video hoaks tersebut ditujukan agar Pemilu panas.

Pengakuan Warga Asal Garut Buat Video Hoks Membuat Jengkel, Ternyata ini Motifnya

Konten.co.id – Rukman (30), pemuda Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, mengaku iseng saat menyebarkan video hoaks emak-emak geruduk gedung KPU Jombang yang viral di medsos.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu, Minggu (28/4/2019). “Keinginan pelaku itu agar masyarakat percaya bahwa isu KPU curang dalam pemilu itu benar. Tuduhan KPU curang makin masif. Dengan itu membuat masyarakat umum akan semakin percaya tuduhan bahwa KPU curang, ” katanya.

Dikatakan Azi, motif Rukman menyebar video hoaks, disebabkan karena situasi pemilu saat itu tengah ramai. Terlebih saat itu, banyak pihak yang menyebutkan adanya kecurangan dalam pemilu.

Di tengah suhu politik yang sedang memanas itulah, Rukman kemudian mengunggah video hoaks tersebut.

“Video itu diambil pelaku dari medsos. Dia tidak tahu kejadiannya di mana dan kapan, jadi asal comot saja. Hanya lihat ada video ribut-ribut, langsung diambil kemudian di edit dan diunggah oleh pelaku,” kata dia.

Video hoaks itu, diunggah Rukman menggunakan akun Youtube Tv explore news pada 19 April 2019 lalu. Saat proses pemilu masih begitu hangat, hingga membuat heboh warganet di Jombang. Video dengan durasi 3 menit itu berjudul ‘Indikasi Curang Emak-emak Labrak Gudang KPU di Jombang Jatim’.

Pelaku dibekuk polisi di rumahnya pada Sabtu (27/04/2019) sekira pukul 12.15 WIB. Setelah petugas melakukan penyelidikan terkait viralnya video hoaks emak-emak geruduk gedung KPU Jombang.

“Bersama dengan aparat kepolisian Garut kita tangkap tersangka di rumahnya di Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk. Saat kita amankan, pelaku tidak melawan,” kata Azi.

Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita sebuah handphone yang digunakan Rukman untuk melakukan editing serta mengunggah video hoaks ke akun Youtube miliknya, dan dibagikan ke akun Facebook. Hingga kemudian, menjadi viral di medsos.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan secara intensif kepada Rukman. Saat ini, ia sudah menghuni sel tahanan Polres Jombang.

“Yang bersangkutan akan kami jerat dengan Pasal 45A ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Hukuman maksimal 6 tahun penjara,” pungkas Azi. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *