fbpx

Video BPN Datangi Gudang KPU Kota Bekasi Viral

Video BPN Datangi Gudang KPU Kota Bekasi Viral

Video Tim advokat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendatangi gudang KPU Kota Bekasi viral di sosial media.

Datangi Gudang KPU, BPN Curigai Kecurangan Pemilu di Kota Bekasi

Konten.co.id – Video Tim advokat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendatangi gudang KPU Kota Bekasi viral di sosial media. Mereka menilai adanya kecurangan lantaran banyak kotak suara yang tidak digembok diruangan tersebut.

Didalam video yang ditwitt akun @akuntofa terlihat adanya perdebatan relawan BPN dan polisi yang berjaga. “Kita harus netral ya. Yang menang katakan menang yang kalah katakan kalah. Jangan diputarbalikkan,” ujar seorang wanita dalam video itu.

Relawan tersebut juga mengecek kotak suara di gudang KPU Kota Bekasi. “Wah ini (kotak suara) udah terbuka semua nih. Jatibening, Pondok Gede, semua udah terbuka sudah nggak ada gemboknya nih,” ujar wanita lainnya.

Dilansir dari detikcom, Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Tommy Suswanto, Sabtu (27/4/2019) mengatakan, mulanya relawan itu mempermasalahkan pengiriman surat suara dari tempat rekapitulasi suara di Gedung Balai Rakyat, Bekasi Selatan, ke gudang KPU di Jalan Jenderal Sudirman, Bekasi, pada Kamis (25/4).

Pemindahan surat suara itu dianggap sebagai bentuk kecurangan. “Mereka menganggap kita melakukan kecurangan, mereka tidak paham betul terkait posisi pemindahan, dia tidak paham kenapa itu dipindahkan,” ujar Tommy.

Sehari kemudian, relawan BPN mendatangi gudang KPU di Jalan Jenderal Sudirman pada Jumat (26/4/2019) pukul 03.00 WIB. Dari sidak itu, relawan mempertanyakan adanya petugas kepolisian yang berjaga di gudang KPU.

Tommy menjelaskan polisi memang bertugas menjaga keamanan gudang KPU. “Kan memang bagian dari tugas dan fungsi kepolisian. Kan (polisi) memberikan keamanan dalam pelaksanaan sesuai dengan tugas dan fungsi,” ujar Tommy.

Selain itu, relawan tidak terima adanya sejumlah kotak suara di gudang KPU Bekasi yang tidak tergembok. Relawan BPN kembali menganggap hal itu sebagai bentuk kecurangan. “Dalam satu truk bisa sampai 50, 70, bahkan 100 (kotak suara). Itu ada 2 (kotak) yang terlepas gemboknya,” ujar Tommy.

Tommy mengatakan kotak suara yang tidak tergembok itu berisi surat suara pilpres dari Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Tommy menyebut ada sekitar 10 orang dari kelompok Senopati 08 tim advokat BPN yang datang. Bawaslu Kota Bekasi juga telah menerima laporan resmi dari relawan tersebut.

“Laporannya dari tim BPN, tapi melaporkan atas nama pribadi. Atas nama Untung dan dia membawa ID card BPN,” ujar Tommy. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *