fbpx

Tol Cisundawu Mengancam Keberadaan Pedagang Tahu Sumedang

Tol Cisundawu Mengancam Keberadaan Pedagang Tahu Sumedang

Menjelang dioperasikannya Jalan Tol Cisundawu Jalur Tanjungsari-Cimalaka, sejumlah pedagang tahu di wilayah Sumedang Kota merasa cemas. Hal ini karena jalur Sumedang akan sepi dan omzet penjualan turun.

Tol Cisundawu Beroperasi Akhir Tahun, Pedagang Tahu Sumedang Bimbang

Konten.co.id – Menjelang dioperasikannya Jalan Tol Cisundawu Jalur Tanjungsari-Cimalaka, sejumlah pedagang tahu di wilayah Sumedang Kota merasa cemas. Sebab apabila proses pengerjaan Jalan Tol Cisundawu itu rampung dan jadi dioperasikan pada akhir tahun 2019 ini, otomatis jalur Sumedang kota pasti akan menjadi sepi.

Sementara sebagaian besar konsumen tahu di kawasan Sumedang kota itu, rata-rata merupakan warga dari luar yang kebetulan lewat ke wilayah Sumedang, dalam kata lain bukan warga yang sengaja datang ke Sumedang hanya untuk membeli tahu.

Seperti disampaikan Ko Yayang (54) pemilik Rumah Makan Tahu Palasari di Jalan Mayor Abdurahman, Sumedang. Menurut Yayang, apabila Jalan Tol Cisundawu jadi beroprasi, maka Jalur Bandung-Cirebon via Sumedang pasti akan sepi.

Dengan sepinya pengendara yang melewati wilayah Sumedang itu, kata Yayang, otomatis akan berdampak terhadap laju pertubuhan ekonomi di sekitar pusat kota. Salah satunya, akan berdampak terhadap perkembangan usaha tahu di Sumedang.

Dikatakannya sejak Tol Cipali beroprasi, penjualan tahu di rumah makannya itu mengalami penurunan hampir 40 persen. Padahal, jarak Tol Cipali ke Sumedang kota itu sangatlah jauh, apalagi kalau Tol Cisundawu yang jelas-jelas masih berada di wilayah Sumedang, kemungkinan dampaknya akan lebih parah dari sekarang.

“Kalau Jalan Tol Cisundawu sudah beroprasi, penjualan tahu kami pasti akan semakin sepi. Buktinya, dengan dioperasikannya Jalan Tol Cipali saja, penjualan tahu di Sumedang ini sudah terasa turun drastis, apalagi kalau Tol Cisundawu beroprasi,” katanya dilansir Pikian Rakyat, Senin (29/4/2019)

Hal senada diungkapkan Hernawan Safari (50) alias Ador, pemilik Waroeng Kopi Boehon Sumedang. Ador yang sebelumnya merupakan pengusaha tahu Sindang Sari ini, mengaku khawatir juga terhadap perkembangan usaha tahu di Sumedang. Sebab, dia sendiri sempat merasakan dampak dari adanya pembangunan Tol Cipali.

“Sebelum Tol Cipali beroprasi, dalam sehari saya bisa memproduksi tahu rata-rata delapan gilingan setiap harinya. Namun sejak Tol Cipali beroperasi, omset penjualan tahu kami terus menurun, paling bagus itu paling hanya tiga gilingan per hari,” katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.

Dengan semakin menurunnya omset penjualan tahu tersebut, dia pun akhirnya terpaksa harus berhenti dari usaha tahu, dan mencoba untuk beralih bisnis dengan cara merintis usaha kopi. “Bayangkan saja, dampak dari Tol Cipali saja sudah begitu berpengaruh terhadap usaha tahu di Sumedang. Apalagi kalau Tol Cisundawu jadi,” ujarnya.

Kondisi ini tentu harus segera disikapi oleh Pemkab Sumedang, sebab jika tidak, kemungkinan besar keberadaan Tol Cisundawu itu nantinya bisa menjadi cikal bakal hancurnya nama besar tahu Sumedang. “Maka dari itu, sebelum itu terjadi, Pemkab harus sudah mulai melakukan upaya agar para pedagang tahu di wilayah Sumedang ini bisa tetap terselamatkan dari ancaman gulung tikar akibat beroprasinya Tol Cisundawu,’ kata dia. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *