Terjerat Kasus Suap, Eks Presiden Peru Tembak Kepala Sendiri

Terjerat Kasus Suap, Eks Presiden Peru Tembak Kepala Sendiri

Alan Gracia menembak kepala sendiri saat akan ditangkap oleh polisi terkait kasus suap yang menyeretnya.

Mantan Presiden Peru Bunuh Diri Saat akan Ditangkap Polisi

Konten.co.id – Mantan Presiden Peru Alan Gracia tewas saat akan ditangkap polisi. Dia menembak kepalanya sendiri untuk menghindari penangkapannya terkait kasus suap pada hari Rabu (17/4/2019).

Alan Gracia sempat dilarikan ke rumah sakit José Casimiro Ulloa di ibukota Peru dan menjalani operasi darurat. Menteri kesehatan Peru Zulema Tomás mengatakan bahwa mantan presiden itu sempat dalam kondisi yang kritis sebelum akhirnya meninggal.

Dilansir dari Reuters, Gracia merupakan salah satu dari sembilan orang yang terlibat dalam skandal penerimaan suap dari perusahaan besar kontruksi Brasil, Odebrecth, bersama tiga mantan presiden lainnya, Pedro Pablo Kuczynski, Ollanta Humala, dan Alejandro Toledo. Tetapi keempat presiden ini membantah skandal suapnya dengan Odebrecht. 

Gracia menjabat sebagai presiden pada tahun 1985-1990 dan 2006-2011. Pada bulan November 2018, Gracia sempat meminta perlindungan dan suaka politik pada Uruguay, tetapi mereka menolak permintannya tersebut.

Petugas hendak menangkap Gracia terkait skandal suap di kediamannya di Miraflores, Lima, sekitar pukul 06.45 pagi waktu Peru. Tetapi, Gracia menembak kepalanya sendiri di dalam kamarnya untuk menghindari penangkapan.

Dilansir dari AFP News, Odebrecht mengaku telah membayar 29 juta dolar AS kepada para pejabat Peru untuk tiga kontrak pekerjaan. Sebagian dari suap tersebut diduga dibayarkan selama masa jabatan Gracia yang kedua untuk membangun metro Lima.

Media Peru juga melaporkan bahwa Gracia telah menerima uang ilegal sejumlah 100.000 dolar dari Odebrecht untuk berpidato dihadapan para pebisnis asal Brasil di Sao Paulo pada Mei 2012.

Ollanta Humala telah menghabiskan sembilan bulan dibalik jeruji besi pada tahun 2017-2018 dan Pedro Pablo Kuczynski berada di bawah penahanan awal selama 10 hari sampai 20 April. Sementara Alejandro Taledo sedang diekstradisi dari California setelah dijatuhi hukuman 18 bulan penjara oleh hakim Peru. (RM)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *