Tanpa Penyesalan, Seorang Anak di Kebumen Bunuh Ayahnya

Tanpa Penyesalan, Seorang Anak di Kebumen Bunuh Ayahnya

Seorang anak di Kebumen tega membunuh ayahnya sendiri. Seolah tanpa penyesalan, ia duduk santai di samping jenazah sambil menonton tv.

Tanpa Penyesalan, Anak Bunuh Ayahnya Lalu Duduk Santai di Sebelah Jenazah

Konten.co.id – Seorang anak membunuh ayahnya sendiri kemudian duduk santai di dekat televisi berdekatan dengan jasad ayahnya.

Peristiwa ini dilakukan oleh Apriliani Srireso Menawi (51) terhadap Saeri Haryanto (75), ayahnya sendiri di Desa Pujodadi, Kecamatan Bonorowo, Kebumen.

Diduga sang anak, Apriliani Sriresi Menawi (51) mengalami gangguan jiwa sehingga tega melakukan pembunuhan tersebut lalu dengan santai duduk di dekat televisi di rumahnya.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh keponakan korban bernama Munawir. Dirinya hendak mengantarkan beras ke rumah korban.

Munawir dikejutkan saat melihat korban bersimbah di balik kasur di lantai. Di saat yang bersamaan, Munawir melihat pelaku tengah duduk santai di dekat televisi dan tak jauh dari mayat ayahnya.

Munawir kemudian melaporkan peristiwa itu ke perangkat Desa Pujodadi. Selanjutnya perstiwa ini dilanjutkan ke Polsek Bonorowo. Polisi kemudian datang ke lokasi dan langsung melakukan pemeriksaan.

Pelaku kemudian ditangkap di kamar. Ia sempat memberontak saat hendak ditangkap. Namun polisi kemudian berhasil mengamankan pelaku.

“Saat ini tersangka masih diamankan di Polres Kebumen,” ujar Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno, Sabtu (20/4/2019).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian menyatakan bahwa terdapat luka di kepala korban. Tak hanya itu, di tubuh korban terdapat luka sayatan benda tajam dan bekas pukulan benda tumpul di punggung korban.

Keponakan korban menyatakan bahwa Apriliani Srireso duduk santai di dekat televisi tak jauh dari mayat sang ayah.

Karena dianggap tidak wajar, polisi menduga bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa berdasarkan informasi kerabat pelaku. Ia akan melakukan kekerasan ketika gangguan jiwanya kambuh.

“Informasinya, tersangka mengalami gangguan jiwa. Kami masih menyelidiki hal ini,” kata AKP Suparno.

“Jika benar, kemungkinan tersangka melakukan penganiayaan saat penyakitnya kambuh,” tambahnya.

Setelah di tangkap di kamar rumahnya, Apriliani akan diperiksa kejiwaannya terlebih dahulu. Jika terbukti mengidap gangguan jiwa, maka pihak kepolisian akan mengarahkan Apriliani ke rumah sakit jiwa.

“Jika tersangka ada indikasi gangguan jiwa, kami akan arahkan ke RSJ.” jelas AKP Suparno. (AI)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan