Survei Roy Morgan, Jokowi Masih Ungguli Prabowo

Survei Roy Morgan, Jokowi Masih Ungguli Prabowo

Survei Pilpres 2019 menunjukkan, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto masih belum bisa ungguli petahana

Unggul di Pedesaan, Survei Roy Morgan: Jokowi Masih di Atas Prabowo

Konten.co.id – Survei Pilpres 2019 menunjukkan, kandidat penantang Prabowo Subianto terus mengejar ketinggalannya dari kandidat petahana, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selisih di antara keduanya juga sangat tipis di kalangan masyarakat perkotaan.

Namun, keunggulan Jokowi masih sangat besar, terutama di daerah pedesaan, yang menurut pelaku survei sangat sulit dikejar oleh Prabowo dengan batas waktu yang sudah sangat dekat menjelang 17 April 2019.

Dari hasil survei Roy Morgan perusahaan riset pasar yang berbasis di Melbourne, bulan Maret 2019 Jokowi mendapatkan dukungan 56,5 persen dari total 1.102 responden yang disurvei oleh Roy Morgan,

Pilpres 2019 terbaru menemukan, kandidat presiden petahana Joko Widodo tak lagi unggul jauh atas saingannya Prabowo Subianto. Jokowi mendapatkan

Hasilnya menunjukkan 0,5 poin persentase lebih rendah dari perolehan Jokowi sebelumnya dalam survei bulan Februari 2019. Sementara itu, dukungan untuk capres oposisi Prabowo terus naik dengan margin yang sama menjadi 43,5 persen.

Walau begitu, angka terbaru tersebut menyiratkan bahwa Jokowi masih memimpin dengan angka yang tak terkalahkan.

Dengan batas waktu menjelang Pilpres 2019 hanya tinggal dua minggu lagi. “Peluang Jokowi untuk memenangkan periode kedua masa jabatannya masih besar,” ungkap kepala eksekutif Roy Morgan Michele Levine, dikutip dari The Straits Times, Kamis (4/4/2019).

Rincian lebih lanjut dari hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa Jokowi dipilih oleh lebih dari enam dari 10 pemilih pedesaan yang disurvei.

Namun, di antara para pemilih perkotaan, selisih perolehan antara kedua kandidat jauh lebih kecil, dengan keunggulan Jokowi 51,5 persen dari angka 48,5 persen milik Prabowo.

Sebagian besar wilayah basis pendukung Jokowi maupun capres oposisi Prabowo Subianto tidak banyak berubah, dengan Jokowi tetap populer di daerah asalnya Jawa Tengah serta Jawa Timur. Prabowo mampu mempertahankan elektabilitas di kota asalnya dan ibu kota Jakarta, maupun Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Pulau Sulawesi.

“Meskipun Prabowo terus mengejar ketertinggalan, dukungan untuk Jokowi di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten telah meningkat bulan Maret 2019, dibandingkan dengan survei bulan Februari,” ujar para peneliti di Roy Morgan.

Sedangkan dukungan untuk Prabowo juga merangkak naik di Pulau Sulawesi dan Kalimantan.

Sementara hasil terbaru menunjukkan bahwa Jokowi dan pasangan cawapresnya Ma’ruf Amin masih berpeluang tinggi memenangkan Pilpres.

Survey Roy Morgan juga mengonfirmasi hasil survei surat kabar Kompas bulan Maret 2019 yang menunjukkan bahwa Prabowo dan pasangan cawapresnya Sandiaga Uno mampu mendapatkan momentum dalam dua pekan menjelang pemungutan suara.

Survei tersebut menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin turun menjadi 49,2 persen dari angka 52,6 persen enam bulan lalu.

Sebaliknya, dukungan untuk Prabowo-Sandiaga melonjak ke angka 37,4 persen, naik hampir lima poin dari survei sebelumnya oleh Kompas yang dirilis bulan Oktober 2018.

Hasil survei Roy Morgan tampaknya bisa membuktikan kebenaran temuan-temuan survei Kompas. Elektabilitas Prabowo-Sandiaga telah membuat terobosan dalam survei Roy Morgan lainnya bulan Desember 2018 ketika mereka mencetak 40,5 persen, di belakang dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf sebesar 59,5 persen.

Artinya, pasangan calon oposisi telah memperoleh tiga poin persentase dalam survei Roy Morgan sejak Desember 2018, sementara dukungan untuk capres petahana dan kandidat wakilnya telah jatuh dengan selisih yang sama.

Tetapi ketika Prabowo mampu mengejar elektabilitas capres petahana Jokowi, Levine percaya bahwa pada akhirnya kemenangan Pilpres 2019 kemungkinan besar masih mampu dikantongi Jokowi.

“Meskipun dukungan untuk Prabowo sekarang telah meningkat selama dua bulan berturut-turut, tidak ada cukup waktu bagi kandidat oposisi untuk menutup selisih poin dengan Jokowi,” pungkas Levine. (AI)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *