SKTM tak Berlaku, Perhatikan Empat Perbedaan PPDB Tahun 2019

SKTM  tak Berlaku, Perhatikan Empat Perbedaan PPDB Tahun 2019

Ini empat perbedaan PPDB 2019 yang harus diketahui orang tua. Perhatikan syarat PPDB sebelum melakukan pendaftaran.

Perhatikan Perbedaan PPDB 2019, Salahsatunya SKTM tak Berlaku

Konten.co.id – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 masih tetap menggunakan sistem zonasi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy pun menyebut ada empat perbedaan PPDB di tahun ini.

PPDB 2019 tak memberlakukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Penggunaan SKTM malah menuai polemik karena sering disalahgunakan.

Siswa dari keluarga tak mampu, bisa menggunakan jalur zonasi. Ditambah dengan memakai Kartu Indonesia Pintar (KIP). Bisa juga melalui program pemerintah daerah untuk keluarga tak mampu.

“SKTM dibuat untuk melindungi anak-anak dari keluarga tak mampu. Tapi lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya,” ucap Muhadjir.

Untuk kuota domisili, pemerintah pun mensyaratkan minimal satu tahun ada dalam kartu keluarga (KK). Sebelumnya, syarat ada dalam KK hanya enam bulan.

Salah satu tujuan sistem zonasi adalah untuk menghindari pemikiran sekolah favorit. Dapat meratakan kualitas pendidikan di seluruh sekolah pemerintah.

“Keputusan ini untuk menghindari adanya mutasi dadakan oleh orang tua. Trik ini biasa dilalukan orang tua karena mengincar sekolah favorit,” katanya.

Salah satu tujuan sistem zonasi adalah untuk menghindari pemikiran sekolah favorit. Dapat meratakan kualitas pendidikan di seluruh sekolah pemerintah. 

Setiap sekolah peserta PPDB harus mengumumkan jumlah daya tampung pada kelas 1 SD, kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA/SMK sesuai dengan data rombongan belajar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). 

Kewajiban itu melengkapi Permendikbud sebelumnya yang tidak mengatur secara detail perihal daya tampung kelas. 

Sedangkan perubahan terakhir adalah mengenai kewajiban sekolah untuk memprioritaskan peserta didik yang memiliki KK atau surat keterangan domisili sesuai dengan satu wilayah asal (zonasi) yang sama dengan sekolah asal.

Perubahan itu, menurut Muhadjir dalam upaya mengantisipasi surat domisili palsu yang dibuat menjelang pelaksanaan PPDB. (FW)

sistem zonasi pada PPDB 2019

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *