Situs KPU Diretas Pemuda 19 Tahun

Situs KPU Diretas Pemuda 19 Tahun

Pemuda berinisial MAA (19), asal Payakumbuh, Sumatera Barat ditangkap lantaran mencoba retas situs KPU.

Situs KPU Tidak Aman, Pemuda Payakumbuh Retas Lewat Komputer Warnet

Konten.co.id – Usai penyelenggaraan pesta demokrasi pada 17 April 2019 lalu, proses penghitungan suara pemilu masih berjalan hingga kini.

Untuk itu, kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu selalu menjadi sorotan dan perhatian banyak pihak. Bahkan tak jarang KPU dalam hal penghitungan suara dipantau oleh berbagai pihak lewat situs resminya.

Namun belakangan, di media sosial Facebook, banyak unggahan yang menyebutkan bahwa server KPU diretas pada Kamis (18/4/2019).

Sebuah akun mengunggah tangkapan layar yang menyebutkan bahwa server KPU diretas untuk melakukan kecurangan tertentu dalam hasil penghitungan suara Pemilu 2019.

Menurut akun itu, upaya peretasan diduga datang dari China. Bahkan, akun itu menyebut peretasan dilakukan kelompok komunis.

Namun akhirnya polisi menangkap seorang Pemuda berinisial MAA (19), asal Payakumbuh, Sumatera Barat, Senin (22/4/2019).

MAA melakukan illegal Accses atau berusaha membobol website KPU dari komputer Warung Internet (Warnet), Jumat (19/4/2019).

Dalam pengakuannya, awalnya MAA mengaku menemukan celah di website KPU. Temuan ini lantas dia informasikan dengan mengirim email ke Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) kalau website KPU tidak aman.

Kemudian pada Kamis, (18/4/2019), MAA mencoba membobol website KPU dari salah satu komputer Warnet. Selama beraksi, pelaku merekam menggunakan handy cam.

Dalam pengembangan, polisi juga menemukan sejumlah sertifikat terkait keamanan internet yang dimiliki MAA dari Kementerian Informasi dan Komunikasi, platform marketplace Tokopedia dan perusahaan pengembangan antivirus Avira serta McAfee. (AI)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan