Qianghai Cina Berlakukan Aturan Cuti Menstruasi

Qianghai Cina Berlakukan Aturan Cuti Menstruasi

Menstruasi bakal dialami setiap wanita. Sakit yang dirasakan saat menstruasi membuat sejumlah negara memberi kebijakan cuti kepada pekerja perempuan.

Pekerja Perempuan di Cina Bisa Ambil Cuti Saat Menstruasi dan Keguguran

Konten.co.id – Di Provinsi Qianghai, China, pemerintah memerintahkan semua perusahaan untuk memberikan cuti bagi perempuan karena sakit mensturasi. Selain itu perempuan yang mengalami keguguran akan diberi cuti selama 15-30 hari 

Peraturan ini merupakan sebuah langkah pemerintah untuk meningkatkan hak-hak perempuan di dunia kerja. 

Pemerintah memberikan cuti sakit menstruasi selama satu hingga dua hari setiap bulan tanpa harus menunjukkan surat keterangan dari dokter.

Menurut Federasi Wanita Tiongkok, peraturan ini juga melindungi karyawan yang telah melakukan aborsi atau keguguran dan melahirkan. 

Pekerja yang melakukan aborsi atau mengami keguguran dengan usia kehamilan antara 4 minggu di bulan pertama akan diberikan 15-30 hari cuti yang dibayar untuk dapat memulihkan diri tanpa perlu memberikan catatan dari dokter.

Jika seorang pekerja melakukan aborsi atau mengalami keguguran antara empat sampai tujuh bulan usia kehamilan, mereka diberikan hak cuti berbayar selama 42 hari. 

Sedangkan untuk yang mengalami keguguran pada usia kehamilan tujuh bulan atau lebih, diberikan 90 hari masa cuti.

Peraturan tersebut telah diterapkan di Shanxi, Hubei, Anhui dan Ningxia di China. Negara-negara lain juga telah menerapkan cuti menstruasi seperti Jepang, Indonesia dan Korea Selatan.

Namun, peraturan tersebut menerima berbagai macam tangapan di media sosial Tiongkok. Banyak pengguna internet yang skeptis jika peraturan tersebut dapat ditegakkan. 

Seorang pengguna Weibo mengatakan bahwa peraturan ini hanya merupakan alasan bagi perusahaan untuk tidak mempekerjakan wanita.

“Semoga beruntung bagi para wanita yang mencari pekerjaan. Mulai sekarang, kalian harus mencantumkan ‘tidak pernah mengalami sakit menstruasi ‘ dalam CV untuk meningkatkan peluangmu,” ujar pengguna lain yang dilansir dari Daily Mail.

Menurut penelitian, satu dari 10 wanita menderita kram menstruasi yang sangat parah sehingga dapat mengganggu kegiatan sehari-hari mereka. 

Sementara diskriminasi gender dalam perekrutan pekerja telah dilarang oleh UU Cina, termasuk iklan lowongan pekerjaan yang berisi diskriminasi gender, seperti  yang memiliki spesifikasi “hanya pria, “pria lebih disukai”, atau “cocok untuk pria.”(RM)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *