Polisi Dukung Capres 01, Haris Azhar Lapor ke Ombudsman

Polisi Dukung Capres 01, Haris Azhar Lapor ke Ombudsman

Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar akan melaporkan dugaan ketidaknetralan polisi di Garut, Jawa Barat ke Ombudsman. Laporan itu dibuat menyusul pengakuan dari eks Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz yang menyebut adanya perintah untuk mendukung calon presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada seluruh Polsek di Garut.

Terkait Kasus Kapolsek Pasirwangi, Haris Azhar Akan Lapor ke Ombudsman

Konten.co.id– Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru, Haris Azhar akan melaporkan dugaan ketidaknetralan polisi di Garut, Jawa Barat ke Ombudsman. Laporan itu dibuat menyusul pengakuan dari eks Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz yang menyebut adanya perintah untuk mendukung calon presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada seluruh Polsek di Garut.

“Beberapa hari ke depan kami akan laporkan atas nama kuasa hukum Pak Sulman ke Ombudsman,” kata Haris di kantornya, Jakarta Timur, Minggu, (31/3/2019).

Haris menganggap langkahnya untuk melaporkan kasus eks Kapolsek Pasirwangi ini ke Ombudsman sudah sesuai aturan dan tepat. Dia berharap Ombudsman akan memeriksa dugaan pelanggaran yang dituturkan kliennya.

Kepolisian harus bisa netral dan anggap laporan AKP Sulman Aziz sebagai kritik.

Untuk kepolisian, Haris berharap korps Bhayangkara menganggap laporan dari kliennya sebagai sebuah kritik. “Sebagai institusi besar yang punya tugas penting, harusnya (polisi) mau menerima masukan seperti ini dan siap diperiksa,” kata dia.

Sebelumnya, Sulman mengaku saat masih menjabat kapolsek, dirinya mendapat perintah untuk mendukung calon presiden Joko Widodo atau Jokowi. Perintah itu, kata dia, diberikan oleh Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna.

Dia mengatakan perintah itu disampaikan dalam sebuah rapat di Polres Garut pada 25 Februari 2019. Ia mengaku, dalam forum itu ia diperintah untuk mempengaruhi masyarakat supaya memilih Jokowi. Perintah yang sama juga diberikan kepada seluruh kapolsek di Kabupaten Garut.

Para kapolsek, kata dia, juga disuruh untuk melakukan pendataan antara masyarakat yang memilih Jokowi dan Prabowo Subianto. Sulman mengatakan bila gagal memenangkan Jokowi di wilayahnya, para kapolsek diancam akan dimutasi dari jabatannya.

“Kalau paslon itu kalah di wilayah polsek masing-masing, maka kapolsek akan dimutasikan,” kata dia.

Sulman sendiri telah dimutasi ke Polda Jawa Barat pada 8 Maret 2019. Dia menduga mutasi itu dilakukan lantaran dirinya dituding memihak capres Prabowo Subianto.

Sulman mengatakan belum melaporkan dugaan ketidaknetralan polisi itu ke Divisi Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Barat. Dia ragu kepolisian akan menindaklanjuti laporannya tersebut. (AI)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan