Polemik Salat Bercampur, Gus Nadirsyah Beri Jawaban Bijak

Polemik Salat Bercampur, Gus Nadirsyah Beri Jawaban Bijak

Pengajar di Monash University memberikan jawaban bijak terkait polemik salat bercampur antara lelaki dan perempuan. Ia meminta agar masyarakat tak terlalu mempermasalahkan.

Gus Nadirsyah Minta Polemik Salat Bercampur Saat Kampanye 02 Tak Dipersoalkan

Konten.co.id – Polemik salat berjamaah yang bercampur shaf antara lelaki dan perempuan saat kampanye akbar Paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion GNK Jakarta, Minggu (7/4/2019) ramai jadi perbincangan.

Banyak yang menyebut jika salat tak berjamaah yang tercampur itu tak sah. Bahkan banyak masyarakat yang mempertanyakan keabsahannya.

Jawaban bijak disampaikan oleh Nadirsyah Hosen yang merupakan dosen tetal di Monash University Faculty of Law, Australia. Ia menyebut tak usah terlalu mempermasalahkannya.

Jawaban itu disampaikan Nadirsyah saat ada warganet yang menanyakan hukum salat yang bercampur di akun twitternya.

Alumni UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta itu menyampaikan jawabannya melalui cuitan twitter melalui akunnya @na_dirs.

“Mazhab Hanafi mengatakan shalat bercampur shaf lelaki dan perempuan ini batal shalatnya. Jumhur ulama mengatakan tidak batal.
Jadi gak usah kita persoalkan lah 😊,” tulis Nadirsyah.

Jumhur ulama artinya kesepakatan mayoritas ulama.

Jawaban itu disampaikan Nadirsyah saat ada warganet yang menanyakan hukum salat yang bercampur di akun twitternya.

“Trus sholat campur baur gini gimana gus prof?😭,” tulis akun @Widayatiningsi1 sambil mengunggah foto salat berjamaah sebelum kampanye akbar 02 di Stadion GBK.

Mendapat jawaban itu, akun @Widayatiningsi1 pun mengucapkan terima kasih. Ia hanya merasa heran karena baru mengetahui jika ada hukumnya salat bercampur antara lelaki dan perempuan.

“Ohhh nggih gus prof
Cuma aneh aja karna selama ini diajari mbah yai gitu
Maturnuwun🙏,” jawabnya usai menerima jawaban alasan salat bercampur.

Warganet pun menimpal jawaban Gus Prof, sapaan akrab Nadirsyah.

“Membolehkan dalam keadaan terjepit , misal perang atau tidak Ada hijab yg bisa dipakai utk pembatas perempuan Dan laki2, nah mgkn do Monas tdk mengenal madzab karena imam Mereka Bukan 4 imam Tapi imam besar FPI, Betul kan Gus?,” cuit akun @Jakatingkir811.

“Tuh dengerin…
Jadi ke depannya demi kesetaraan gender sekali-kali bolehlah wanita shafnya di depan laki2 👍
Atau biar gampang siapa datang duluan dia yang di shaf depan 🙌,” tulis @randualit. (FW)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan