Pentingnya Menanamkan Rasa Kasih Sayang

Pentingnya Menanamkan Rasa Kasih Sayang

Perundungan saat ini jadi masalah besar namun dengan kasih sayang perundungan bisa dikurangi.

Persekusi di Kalangan Siswa Dapat Dicegah dengan Kasih Sayang

Konten.co.id – Perhatian masyarakat terhadap kasus perundungan atau “bully” kembali mengemuka lewat tagar “JusticeForAudrey”. Kasus tersebut menjadi perhatian nasional karena menyebar luas di dunia maya atau viral.

Untuk menghindari masalah itu terjadi lagi, psikolog dan konsultan pendidikan memiliki berbagai cara.

Psikolog dari Metafora Consulting-Therapy-Training-Education, Ketti Murtini, mengatakan fenomena perundungan dapat dicegah atau bahkan dihentikan dengan berbagai aksi nyata yang akhirnya dapat dicontoh oleh generasi muda.

Perbuatan yang bisa dijadikan contoh oleh generasi milenial adalah memperlakukan siapa pun dengan penuh kasih sayang dan contoh nyata.

Ia mencontoh misalnya, jika anak pulang dari sekolah lalu mengadukan kenakalan temannya maka orang tua harus menyikapi dengan bijaksana.

Orang tua harus menahan emosi diri meskipun merasa marah karena tahu anaknya diperlakukan tidak baik oleh teman di sekolahnya.

“Sangat penting untuk memberi contoh penyelesaian masalah dengan musyawarah dan bukan dengan otoritas atau perintah, bahkan dengan kekerasan,” katanya, dilansir dari Antaranews.com.

Dalam kajian psikologi, orang tua menjadi contoh pertama bagi anak. Orang tua juga harus belajar ekstra mendampingi anak mereka. Meskipun peran orang tua begitu besar, seluruh pihak terkait juga harus ikut berperan aktif dalam mencegah perundungan mengingat dampak psikologis yang sangat besar.

Kasus perundungan semakin besar, namun psikolog dan akademisi menilai kasih sayang bisa jadi solusi mengurangi anak yang terlibat masalah tersebut.

Menurutnya, dampak bagi korban perundungan bisa menjadi fatal dan korban bisa sangat memerlukan pendampingan untuk memulihkan semangat dan energi positifnya.

Namun, perlu juga diingat bahwa pelaku perundungan membutuhkan pendampingan agar tidak mengulang kembali kesalahan yang telah diperbuatnya pada kemudian hari. Pendampingan untuk korban maupun pelaku, tetap harus melibatkan orang tua.

Sementara Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Wisnu Widjanarko mengingatkan pentingnya pendidikan karakter pada generasi muda khususnya, untuk mencegah terjadinya kasus perundungan.

Keluarga memegang peranan penting bagi pendidikan karakter seorang anak. Keluarga menjadi penentu utama, karena nilai-nilai kehidupan, budi pekerti, dan moralitas untuk kali pertama dipelajari seseorang adalah di keluarga.

Kendati demikian, menanamkan pendidikan karakter sejak dini bukan hanya menjadi tugas orang tua melainkan juga tugas para pengajar di sekolah atau di kampus, tugas masyarakat, dan pemerintah.

“Artinya, seluruh pihak tersebut harus mengampanyekan dan terlibat bahwa cerdas dan berkarakter seperti dua sisi mata uang, satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam pencapaian prestasi anak,” tukasnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan kasus perundungan bisa dicegah dan upaya perlindungan anak bisa berjalan secara optimal. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *