Pascaheboh Tagar #JusticForAudrey Kini Muncul #AudreyJugaBersalah

Pascaheboh Tagar #JusticForAudrey Kini Muncul #AudreyJugaBersalah

Kasus penganiayaa siswi SMP di Pontianak semakin berputar. Setelah warganet menghujat pelaku karena kekejamannya kini muncul penghakiman baru Audrey bersalah.

Kasus Nge-twist, Pascaheboh Tagar #JusticForAudrey Kini Muncul #AudreyJugaBersalah

Konten.co.id – Kasus penganiayaan siswi SMP di Pontianak masih menjadi perhatian publik. Pascamuncul tagar #JusticeForAudrey, kini malah muncul #AudreyJugaBersalah. Kedua tagar ini memang bertolak belakang. Sehingga memunculkan spekulasi publik siapa yang sebenarnya bersalah?

Akun twitter @setaukita mengungkap sejumlah kesalahan yang dilakukan Audrey sehingga terjadi perkelahian. “Kasus Audrey ini emang sedikit nge-twist sih, kaya film box sarden. Mulai dari : 1. Bilangnya ga kenal ternyata sempat “temanan” 2. Hasil visum yg tidak sesuai dengan berita awal, tidak sesuai dengan kesaksian pengacara Audrey.” tulisnya sambil membubuhkan hastag #JusticeForAudrey #AudreyJugaBersalah.

Akun @setaukita juga menuliskan kalau Audrey kerap menghina pelaku bahkan melecehkan almarhum mamanya. “3. Ternyata pernyataan dari polisi pun “pelaku merasa kesal karena Audrey berulang kali melecehkan dia dan almarhum mamanya” 4. Statement berbeda dari pelaku dan korban tentang tidak adanya pengeroyokan dan lain-lain,” tulisnya.

Diberitakan sebelumnya, perkembangan kasus penganiayaan siswi SMP di Pontianak menemukan fakta baru. Hasil Visum, Polisi mengungkap tidak ada luka di kemaluan Audrey.

Tiga siswi SMA jadi tersangka kasus penganiayaan terhadap Audrey siswi SMP di Pontianak yang kasusnya sampai membuahkan petisi viral #JusticeForAudrey. Ketiganya berinisial Ar, Ec alias NNA, dan Ll. Mereka pundijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman 3,5 tahun penjara.

Saat memberikan klarifikasi di aula Polresta Pontianak, Rabu (10/4/2019). Ketujuh pelajar didampingi komisioner KPPAD Pontianak Alik R Rosyad dan sejumlah keluarga.

Mereka secara bergantian menyampaikan permintaan maaf kepada korban. Di antara mereka ada yang mengaku tidak berada di dua lokasi kejadian di Aneka Pavilion di Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya di Sutan Syahrir, Pontianak, pada Jumat (29/3/2019)

Mereka mengaku berkelahi satu lawan satu, sementara teman-teman yang lain hanya menyaksikan. Ada juga yang mencoba melerai perkelahian tersebut.

Salah satu pelajar berinisial Ec alias NNA (17) mengakui perkelahian dimulai dari dirinya dengan korban karena kekesalannya yang sering di-bully dirinya di media sosial.

Ia dan korban pun membuat janji untuk menyelesaikan masalah tersebut pada Sabtu (30/3/2019) malam di tepian Sungai Kapuas. Tetapi Jumat (29/4/2019) siang korban menghubunginya dan mengajaknya menyelesaikan masalah tersebut.

Korban menyatakan tak memiliki kendaraan, sehingga dia dijemput saudara sepupunya berinisial Pp dengan mengendarai motor. Di tempat kejadian, Ec menyebut terjadi adu mulut hingga berkelahi.

Perkelahian, disebut Ec, berlanjut ke Taman Akcaya yang melibatkan Ar dan Ll. Namun Ec menyebut tak ada pengeroyokan, melainkan perkelahian satu per satu.

Sementara itu, komisioner KPPAD Pontianak Alik R Rosyad menjelaskan kronologi perkelahian tersebut.

Menurut Alik, berdasarkan penjelasan para pelajar tersebut, perkelahian diawali dari Ec dan Aud di Aneka Pavilion. Kemudian korban mencoba lari ke Taman Akcaya, yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi pertama.

Korban kemudian dikejar Ec. Saat sedang mengejar korban, Ec bertemu Ar di jalan Uray Bawadi. Ar kemudian diajak mengejar korban, dan mereka bertemu korban di Taman Akcaya. Kemudian korban dan AR berkelahi. Setelah selesai berkelahi, Ll datang dan berkelahi lagi dengan korban di lokasi yang sama.

Terkait kasus ini, Polresta Pontianak sudah melakukan visum terhadap korban. “Tetapi fakta yang ada itu menjambak rambut, mendorong sampai terjatuh, memiting, dan melempar sandal. Itu ada dilakukan dan tidak ada tindakan melukai alat kelamin,” kata Kapolresta Pontianak Kombes M Anwar Nasir.

Kasus tersebut mendapat perhatian luas di media sosial hingga muncul tagar #JusticeForAudrey, yang sempat menjadi trending topic nomor 1 dunia pada Selasa (9/4/2019). Ada pula petisi di laman Change.org yang sudah diteken lebih dari 3 juta orang. (MHI)*

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *