Mengukur Peta Kekuatan Capres Jelang Pemungutan Suara

Mengukur Peta Kekuatan Capres Jelang Pemungutan Suara

Hari terakhir kampanye Pemilu 2019, jadi penentuan rebutan suara saat hari pemungutan. Lantas seperti apa kekuatan kedua Capres agar bisa unggul di hari pemilihan?

7 Lembaga Survei Unggulkan Jokowi-Ma’ruf, Bagaimana Suara Prabowo-Sandi?

Konten.co.id – Sejumlah lembaga survei merilis perkiraan suara yang akan diraih Calon Presiden (Capres). Hasilnya kebanyakan memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Namun ada juga beberapa lembaga survei yang mengunggulkan Prabowo-Sandiaga.

Sebenarnya sejauh mana kekuatan dua Paslon itu. Suara mana saja yang bisa diraih setiap Paslon untuk meraup hasil terbaik.

Dalam Pemilu 2019, ada tiga demografi penting yang jadi rebutan. Yakni kelompok perempuan, milenial, dan kelompok Muslim. Lalu akan kemana suara tiga kelompok ini?

Jumlah pemilih perempuan jauh lebih banyak dibanding pria. Partisipasi perempuan juga lebih besar dibandingkan pria.

Peneliti CSIS (Centre for Strategic and International Studies), Arya Fernandes mengatakan, saat Pilkada serentak partisipasi perempuan sebanyak 75 persen. Sementara laki-laki hanya 71 persen.

“Survei CSIS pada Maret 2019, mayoritas perempuan akan memilih Jokowi-Ma’ruf. Begitupun laki-laki pada umumnya akan pilih Paslon 01,” kata Arya seperti dilansir dari BBC, Sabtu (13/4/2019).

Hasil polling CSIS menemukan bahwa elektabilitas paslon Jokowi-Ma’ruf sebesar 51,4 persen. Adapun elektabilitas paslon Prabowo-Sandiaga sebesar 33,3 persen.

Untuk kelompok milenial yang berumur 17 sampai 40 tahun, jumlahnya sebanyak 40 persen dari jumlah pemilih.

Hasil survei SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) menemukan bahwa mayoritas kelompok milenial memilih paslon Jokowi-Ma’ruf. Yang menarik, popularitas Prabowo di kalangan anak muda semakin terdongkrak setelah bersekutu dengan Sandiaga Uno.

“Ada kenaikan suara Prabowo di segmen milenial setelah dia berpasangan dengan Sandiaga Uno,” ungkap Arya Fernandes.

Kelompok ketiga, dan terbesar, dalam pemilihan nantinya adalah kelompok Islam. Menurut Arya, secara agregat nasional, pemilih Islam masih cenderung memilih Jokowi, meski ada beberapa yang berbeda pilihan.

Arya menyebut Prabowo unggul di Sumatera, karena mayoritas penduduk di Sumatera menginginkan pemimpin yang tegas.

Meski begitu pertarungan utama dalam Pilpres ini adalah mengenai isu ekonomi, bukan sekedar karakter pemimpin.

“Secara statistik kami menemukan bahwa orang-orang yang puas dengan kinerja ekonomi pemerintahan, cenderung akan memilih petahana,” katanya.

Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi optimis hasil survei yang dilakukan lembagannya akan sesuai dengan hasil Pemilu 2019 nanti. Hasan bahkan berani bertaruh akan mundur dari dunia survei jika Jokowi kalah di Pilpres 2019.

“Saya berani bertaruh, jika Jokowi kalah, saya pensiun dari dunia survei, dan sebaliknya,” kata Hasan melalui keterangan tertulisnya, Jumat (12/4/2019).

“Kami yakin Jokowi akan memenangi Pilpres 2019 nanti, selisihnya dengan Prabowo dua digit,” tambahnya.

Dari hasil survei terakhir di Sumatera, Jokowi unggul di Lampung dan Sumatera Utara, sedangkan di Jatim dan Jateng unggul jauh. Adapun untuk Jabar, kata Hasan, Jokowi menang tipis.

“Secara nasional, Jokowi unggul 57 persen dan Prabowo 43 persen. Kemenangan di Jabar ini nantinya bisa mengobati kekalahan Jokowi di daerah lain,” ucapnya.

Dari 11 lembaga yang melakukan survei, tujuh di antaranya mengunggulkan Jokowi-Ma’ruf menang dalam Pemilu. Ketujuh lembaga itu yakni Voxpol, Lembaga Indikator Politik, LSI Denny JA, Indobarometer, Polmatrix, Survei Indodata, dan Roy Morgan.

Sedangkan empat lembaga survei meyakini Prabowo-Sandi yang akan unggul. Yakni Puskaptis, Indomatrik, Internal BPN, dan Survei Precision Public Policy Polling atau PPPP.

Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik, menyatakan hasil survei Indomatrik menunjukkan elektabilitas Paslon 02 justru unggul dari pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Berdasarkan data hasil survei, pasangan Prabowo-Sandi meraih suara sebesar 51,07 persen. Sedangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf 43,92 persen.

Jokowi-Ma’ruf mengalami penurunan elektabilitas dari survei bulan Desember 2018 dengan 47,97 persen menjadi 43,92 persen. Sebaliknya, Prabowo-Sandi menunjukkan tren positif dari bulan Desember sebesar 44,04 persen menjadi 51,07 persen. (FW)

Infografis hasil quick count www.konten.co.id
Hasil Survey Pilpres 2019 Jokowi VS Prabowo

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *