Menag Percepat Pembangunan Universitas Islam Internasional

Menag Percepat Pembangunan Universitas Islam Internasional

Pembanunan UIII saat ini dipercepat dan kini masih mencari rektor

Pembangunan UIII Dipercepat, Rektor Tunggu Hasil Tim Penjaringan

Konten.co.id– Kepastian pembangunan Universitas Islam Internasional (UIII) kini semakin terang. Terlebih setelah Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin sudah menggelar rapat di Kantor Kemenag terkait percepatan penyiapan pendirian dan pembangunan UIII.

Seperti dikabarkan di twitter resmi Kemenag @Kemenag_RI “Negeri ini bersiap memiliki Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Proses pembangunan sedang berjalan di daerah Depok. Hari ini, Menag @lukmansaifuddin di kantor Kementerian Agama gelar rapat percepatan penyiapan pendirian dan pembangunan UIII.”

Ditambah juga, kemarin Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam saat ini menyiapkan rancangan keputusan menteri agama (KMA) tentang pengangkatan rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Hal itu menyusul penandatanganan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Statuta UIII oleh Presiden Joko Widodo pada 25 Maret lalu.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/4/2019), ada beberapa prosedur yang mesti dilakukan. Menurut Kamaruddin, keberadaan tim penjaringan telah terdapat pada rancangan KMA.

Rancangan tersebut diprediksi selesai pada pekan ketiga April 2019. Usai penerbitan KMA, diharapkan proses selanjutnya bisa langsung dilakukan sehingga dalam dua bulan ke depan rektor UIII sudah dapat ditetapkan.

Dia juga menambahkan, seusai penetapan rektor maka proses akan dilanjutkan dengan penunjukan majelis wali amanah (MWA) dan pembentukan organisasi dan tata kerja. Dari sisi kelembagaannya, nanti rektor yang akan menunjuk MWA dan membentuk struktur UIII.

Kepastian pembangunan Universitas Islam Internasional (UIII) kini semakin terang. Setelah rapat, kini tinggal menunggu rancangan KMA.

Kamaruddin juga menyampaikan perkembangan pembangunan serta kurikulum bagi universitas yang direncanakan akan beroperasi pada tahun 2020 mendatang. “Dari sisi pembangunan kampus, tiga paket ini sudah berjalan. Ada sedikit kendala-kendala teknis di lapangan yang terutama bersinggungan dengan masyarakat,” lanjutnya.

Meski demikian, Kamaruddin mengaku telah memiliki beberapa rumusan agar pembangunan kampus dapat berjalan sesuai rencana. Meskipun ada kemungkinan untuk sedikit mundur dari target, hal tersebut tidak memengaruhi proses secara signifikan.

Mengenai penyiapan kurikulum UIII pun tidak terlepas dari perhatian Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Menurut dia, kurikulum studi Islam yang dimiliki UIII telah rampung lebih dari 90 persen dan sekarang tinggal tahap finalisasi. Tahun 2020 diperkirakan kampus tersebut sudah mulai bisa menerima mahasiswa baru.

“Sekarang dosennya pun sedang diidentifikasi. Nanti dosennya dari dalam dan luar negeri. Itu sedang didiskusikan terus-menerus oleh Satgas UIII,” ucap Kamaruddin.

Menanggapi hal tersebut, Menag meminta dalam KMA yang disusun, selain memuat prosedur penetapan rektor juga tercantum kualifikasi rektor yang akan memimpin UIII. Menag berharap ada tim penjaringan yang dapat menemukan calon rektor yang tidak sekadar memiliki kualitas internasional, tetapi juga mereka yang memiliki reputasi yang baik di tingkat nasional.

“UIII ini harus dipimpin oleh orang yang betul-betul qualified,” ujar Menag. (AI)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan