Mantan Pendukung Jokowi Pindah ke Prabowo

Mantan Pendukung Jokowi Pindah ke Prabowo

Kapok dengan Jokowi, 20 orang pilih pindah ke kubu Prabowo

Kebijakan Tidak Sesuai Janji, Pendukung Jokowi Pindah Kubu

Konten.co.id – Sekitar 20 orang mantan pendukung Jokowi yang berpindah haluan ke kubu capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berkumpul di Taman Aspirasi Monas, Jakarta, Jumat (12/4/2019). Mereka menggelar Foto Bareng Para Mantan dan Nyanyi Bareng ‘Gue Kapok Pilih Jokowi’.

Mereka juga membentangkan poster bergambar wajah Joko Widodo berwarna merah, tulisan ‘Jokower’, hingga ‘Romansa Tim Transisi 2014’ dalam foto yang berisi sejumlah orang. Namun ini bukan aksi dukungan kepada calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.

Selain itu anggota aliansi tersebut menggantung gambar-gambar lainnya yang bertuliskan ‘Sorry, bro.. Kita pindah dukungan, Anda sudah gagal’, ‘Semua akan pindah pada waktunya’, ‘Projo Stop’, hingga ‘#GueKapokPilihJokowi’.

Tak ketinggalan, mereka mencoret-coret kaos yang dipakainya yang diduga bekas kaos relawan Jokowi-JK berwarna putih berkerah kotak-kotak. Mereka menambahkan tulisan ‘Mantan’ dan ’02.

Seorang orator yang memegang pengeras suara mobil pun bersuara di tengah-tengah para peserta aksi. Ia menyatakan kekecewaannya soal pemerintahan Jokowi. Selain itu, ia juga mengajak peserta yang hadir untuk menyanyikan ‘Gue Kapok Pilih Jokowi’.

Koordinator Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) Jumhur Hidayat mengatakan para peserta merupakan mantan relawan Jokowi pada Pilpres 2014, tak terkecuali dirinya. Pihaknya kecewa dengan kinerja Jokowi selama 4 tahun ini yang berbeda dengan yang diharapkan sehingga beralih ke kubu 02.

Sejumlah kebijakan Jokowi yang dinilai mengecewakan salah satunya dalam bidang ketenagakerjaan. Ia menuding kini buruh tak bisa lagi melakukan perundingan upah karena itu ditentukan dari pusat.

Aliansi mantan pendukung Jokowi pindah ke kubu Prabowo. Mereka menilai berbagai janji Jokowi kini tidak terlaksana bahkan jauh dari harapan.

Selain itu, tenaga kerja asing di Indonesia tak disyaratkan lagi harus mahir berbahasa Indonesia. Jumhur menyebut tak ada lagi peraturan perbandingan pekerja asing dengan tenaga kerja lokal dalam satu perusahaan 1 berbanding 10.

“Artinya memang pemerintah memberi kesepakatan kepada pekerja asing untuk bekerja di Indonesia di saat kita memiliki jutaan pengangguran demi investasi dan itu hanya bisa dilakukan oleh negara yang frustasi negara yang miskin,” ujar Jumhur.

Jumhur juga kecewa dengan kebijakan politik luar negeri Jokowi, terutama kasus muslim Uighur di China. Dalam hal ekonomi, lanjutnya, Jokowi juga dinilai mengingkari tekadnya untuk tidak mengimpor.

“Contoh Uighur orang-orang yang dianiaya, disiksa, tapi kita tidak memberikan sikap pada negara yang merdeka dan apa namanya supaya mendorong bangsa-bangsa kita enggak berani menantang itu,” jelas Jumhur.

Fenomena pindah kubu pada Pilpres 2019 bukan hal baru. Sejumlah tokoh diberitakan sudah menyeberang ke pihak yang pernah mereka kritisi sebelumnya. Misalnya, politikus Partai Golkar yang juga Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang pada Pilpres 2014 menyokong Prabowo-Hatta.

Selain itu, ada eks pengacara pemimpin FPI Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, yang kini menjadi caleg PDIP; serta Ali Mochtar Ngabalin yang sebelumnya berada di pihak Alumni 212, yang kini masuk ke Kantor Staf Kepresidenan.

Di pihak 02, ada mantan menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK, seperti Tedjo Edhy Purdijatno, Ferry Mursyidan Baldan, hingga Rizal Ramli. (AI)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *