Kurang Tidur Picu Emosi Negatif pada Tubuh

Kurang Tidur Picu Emosi Negatif pada Tubuh

Jangan sepelekan kurangnya jam tidur. Jika dibiarkan, bisa berdampak kepada emosi yang meletup-letup.

Merasa Cepat Marah? Mungkin Kurang Tidur Jadi Penyebabnya

Jika kurang tidur, menurut Dr. Anne Marie Morse, tidur siang selama 20 menit juga dapat mengembalikan energi sehingga dapat menghadapi situasi yang sulit dan mencegah rasa kesal atau marah dengan tidur lebih banyak.

Konten.co.id – Penelitian mengatakan bahwa kurang tidur dapat membuat Anda kesulitan untuk melakukan hal-hal sederhana dan beradaptasi dengan lingkungan, sehingga menyebabkan frustasi, rasa jengkel, dan marah.

Profesor psikologi di Iowa State University melakukan penelitian kepada 142 orang di Amerika yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama berisikan anggota yang tidur dengan waktu normal, rata-rata sekitar 7 jam. Sedangkan kelompok kedua hanya memiliki waktu sekitar 4,5 jam untuk tidur.

Hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, orang-orang yang kurang tidur lebih mudah marah, walaupun lingkungan dalam keadaan baik-baik saja. Dalam jangka pendek, kurang tidur dapat meningkatkan emosi negatif, seperti kecemasan, gelisah, dan kesedihan.

Hal ini juga dapat menurunkan perasaan bahagia, antusiasme, atau energi positif lainnya. Kualitas tidur yang buruk juga dapat mengganggu seberapa baik tubuh Anda menanggapi insulin, yang dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan dan obesitas.

Dilansir dari Healthline, langkah pertama untuk mengembalikan energi positif ketika Anda kurang tidur adalah harus menyadari bahwa kurang tidur dapat menyebabkan ketidakstabilan emosi.

Anda harus mengenali keadaan yang membuat frustasi, sebelum mengungkapkan kemarahan. Ketika dihadapkan dengan sesuatu yang sulit. Anda bisa berhenti sejenak dan kembali fokus.

Jika kurang tidur, menurut Dr. Anne Marie Morse, tidur siang selama 20 menit juga dapat mengembalikan energi sehingga dapat menghadapi situasi yang sulit dan mencegah rasa kesal atau marah dengan tidur lebih banyak.

Anda juga dapat mengkonsumsi secangkir kopi. Kopi dapat melawan rasa kantuk dan meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan sikap tenang. Namun, kafein tidak disarankan untuk digunakan secara terus-menerus ketika mengalami gangguan tidur.

Kenali dampak emosional yang mungkin dialami ketika kurang tidur dan temukan cara untuk mengatasinya. Kekurangan tidur walau hanya dua jam saja dapat membuat Anda mudah merasa jengkel dan marah.

Anda mungkin tidak dapat menyalahkan semua masalah emosional disebabkan oleh kurang tidur, tapi kadang-kadang ada baiknya jika mengetahui sebab kemarahan Anda adalah hasil dari begadang entah untuk pekerjaan atau bukan. (RM)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *