KPU – Bawaslu Tak Diizinkan Periksa Sura oleh Polisi Malaysia 

KPU – Bawaslu Tak Diizinkan Periksa Sura oleh Polisi Malaysia 

Skandal pencoblosan surat suara di Malaysia belum bisa diperiksa pihak KPU dan Bawaslu. Hal ini disebabkan pihak polisi Malaysia belum berikan izin kepada dua lembaga yang mengurusi Pemilu di Indonesia itu. 

Suara Tercoblos di Malaysia Belum Bisa Diperiksa KPU – Bawaslu

Konten.co.id – Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) tidak mengizinkan Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu untuk melihat langsung bukti-bukti surat suara yang sudah tercoblos, untuk pemungutan suara Pemilu 2019 di Malaysia.

Dilansir CNN Indonesia, sebelumnya, Anggota KPU RI, Hasyim Asy’ari dan Ilham Saputra serta anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo sudah mendatangi dua bangunan yang diduga menampung surat suara tercoblos, di Jalan Seksyen 2/11 Taman Kajang Kajang dan Bangi, Selangor.

Rombongan yang berangkat bersama-sama dari KBRI Kuala Lumpur tidak berhasil melihat karung-karung surat suara di lantai dua, karena dalam keadaan terkunci dan tidak diizinkan kepolisian Malaysia, pada Jumat (12/4) kemarin.

“Tempatnya diberi police line. Kami bicara dengan polisi yang jaga tidak diberi akses masuk,” kata Ilham, seperti dilansir Antara, Sabtu, (13/4).

“Pada intinya kami sudah berupaya melakukan verifikasi dan klarifikasi kira-kira di dalam ada apa. Karena belum diberi akses kami, tidak bisa masuk dan belum bisa memberi penilaian apapun terhadap apa yang ada di dalam,” kata Ilham.

Sementara itu, Ratna mengatakan Bawaslu sudah menerima informasi soal surat suara dicoblos itu. Tetapi, dirinya harus memastikan langsung karena ada beberapa hal yang masih dipertanyakan.

“Informasinya ada tiga jenis tas yakni hitam, putih, dan coklat. Kita mau lihat isinya apa. Kedua, apakah isinya memang surat suara pos yang diproduksi KPU,” kata Ratna.

“Ini akan menjadi fakta penting bagi kami penyelenggara apa yang harus dilakukan dengan adanya peristiwa ini. Kita harus menjaga kepercayaan publik terhadap pemilu,” ujar Ratna.

Tempatnya diberi police line. Kami bicara dengan polisi yang jaga tidak diberi akses masuk.

Ratna mengatakan PPLN Kuala Lumpur pun tidak berada di lokasi saat peristiwa tersebut.

“Nanti kita diskusikan dengan KPU karena setiap keputusan harus ada argumentasi. Terhadap proses lain silakan berjalan dan tidak ada masalah. Proses lain yang jalan sudah sesuai aturan,” kata Ratna.

Dalam video yang diduga penemuan surat suara dicoblos yang beredar, surat suara tersebut dicoblos untuk pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 01, dan calon anggota DPR RI, Davin Kirana dan Ahmad dari Partai Nasdem.

Sejumlah perwakilan partai politik Indonesia di Malaysia menuntut agar surat suara Pemilu 2019 yang diduga tercoblos di dalam dua ruko di Bangi dan Kajang, Malaysia, dibatalkan secara hukum.

“Kami meyakini adanya kecurangan Pemilu di wilayah PPLN Kuala Lumpur, kami dengan tegas menyatakan bahwa surat suara di dalam Ruko dua lokasi tersebut adalah batal secara hukum,” kata Ketua Partai Demokrat DPLN Malaysia, Lukmanul Hakim, dalam jumpa pers.

Lukmanul meminta Panwaslu Kuala Lumpur agar menyelidiki kasus ini secepat mungkin, tanpa mengganggu proses jalannya pemungutan suara di Malaysia.

Lukmanul mengungkapkan pernyataan sikap bersama Ketua Gerindra DPLN Malaysia Darsil Abdul Muis, Ketua Partai Nasdem DPLN Malaysia Tengku Adnan, Ketua PKB Perwakilan Malaysia Saiful Aiman, Ketua Perindo DPLN Malaysia Hj. Tohong Hasibuan, Sekretaris PAN Malaysia Khairudin, dan Sekretaris DPLN PPP Malaysia Muhammad Zainul Arifin.

Lukmanul berharap aparat segera menangkap pelaku pencoblosan surat suara di dua lokasi secepatnya. Karena perkara ini berada di wilayah Malaysia, maka Indonesia harus menghormati hukum yang berlaku di Negeri Jiran.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan sudah mendampingi KPU dan Bawaslu melalui atase kepolisian di KBRI Kuala Lumpur.

Untuk tindak lanjut kasus ini, pihak Kepolisian Indonesia sudah berkoordinasi dengan PDRM untuk menyelidiki kasus surat suara tercoblos. (ME) 

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan