KPK Sita Puluhan Dokumen di Ruangan Mendagri

KPK Sita Puluhan Dokumen di Ruangan Mendagri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita puluhan dokumen dan barang bukti elektronik dari ruangan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Terkait Impor Gula, KPK Sita Puluhan Dokumen di Ruangan Mendagri

Konten.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita puluhan dokumen dan barang bukti elektronik dari ruangan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. KPK menyatakan dokumen tersebut terkait Peraturan Menteri Perdagangan terkait gula rafinasi.

“Disita puluhan dokumen terkait dengan peraturan menteri perdagangan tentang gula rafinasi serta barang bukti elektronik,” kata juru bicara Febri Diansyah dilansir Tempo.co, Senin, (29/4/2019).

Tim KPK selain menggeledah ruangan Enggar, juga menggeledah ruang Biro Hukum Kemendag dan ruangan staf lainnya.

Febri mengatakan penggeledahan itu terkait proses penyidikan kasus suap kerjasama pengangkutan pupuk, yang menjerat anggota DPR Bowo Sidik Pangarso menjadi tersangka. Dalam kasus tersebut, KPK menyangka Bowo menerima suap Rp 1,2 miliar dari bagian pemasaran PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti untuk membantu perusahaan tersebut mendapatkan kontrak pengangkutan pupuk.

Dalam proses penyidikan kasus itu, KPK juga menyita Rp 8 miliar dari kantor milik Bowo di Pejaten, Jakarta Selatan. Kepada penyidik, Bowo mengaku sebanyak Rp 2 miliar dari uang tersebut merupakan pemberian Enggar.

Kepada penyidik, Bowo mengatakan Enggar memberikan uang itu melalui utusannya pada pertengahan 2017. Bowo mengatakan uang Rp 2 Miliar itu diterima dari Enggartiasto agar dia mengamankan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas, yang akan berlaku akhir Juni 2017.

Saat itu Bowo merupakan pimpinan Komisi VI DPR yang salah satunya bermitra dengan Kementerian Perdagangan dan Badan Usaha Milik Negara.

Enggar diduga meminta Bowo mengamankan Permendag itu karena adanya penolakan dari sebagian besar anggota dewan dalam rapat dengar pendapat yang berlangsung awal Juni 2017. Dewan beranggapan gula rafinasi yang masuk pengawasan pemerintah tak seharusnya dilelang secara bebas dalam kendali perusahaan swasta.

Enggartiasto Lukita membantah memberikan uang tersebut. “Apa urusannya saya ngasih duit. Dari saya yakin betul enggak ada. Dia dari Golkar saya dari NasDem,” kata Enggar. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *