Korut Bersedia Denuklirisasi dengan Syarat Jaminan Keamanan

Korut Bersedia Denuklirisasi dengan Syarat Jaminan Keamanan

Rusia menjadi peran penting dalam menengahi pertemuan Kim dan Trump atas masalah pelepasan senjata nuklir Korea Utara. 

Kim meminta Putin untuk berbicara dengan AS Mengenai Denuklirisasi

Konten.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin bersedia untuk berbagi rincian hasil pertemuannya dengan Kim Jong Un pada hari Kamis (25/4/2019). Kim Jong Un bersedia until denuklirisasi dengan syarat jaminan keamanan internasional.

Putin mengatakan bahwa Kim memintanya untuk menjelaskan perbedaan pendapatnya kepada Donald Trump. Pada pertemuannya di Vladivostok kemarin, Kim mengkritik Washington karena mengambil sikap sepihak pada pertemuan Trump-Kim di Hanoi.  

Tuntutan tersebut mengisyaratkan kesepakatan seperti perundingan enam negara yang gagal pada tahun 2009 mengenai penutupan pabrik nuklir di Korut. Keenam negara tersebut adalah Rusia, Jepang, AS, Cina, Korea Selatan, Dan Korut.

Korut berpendapat bahwa selama ini mereka membutuhkan senjata nuklir sebagai bentuk pertahanan diri dari apa yang dilihatnya sebagai permusuhan AS. Sehingga Korut meminta imbalan keamaanan internasional atas denuklirisasi.

Setelah pertemuan di Vladivostok, Putin mengatakan bahwa Washington Dan Moskow sama-sama menginginkan Korea Utara (Korut) untuk menghentikan senjata nuklirnya. Namun, Kim menuntut keamanan dari beberapa negara sebagai imbalan denuklirisasi.

Setelah pertemuan itu, Putin mempunyai jadwal untuk terbang ke Beijing selama 2 hari. Dia mengatakan akan memberi tahun pimpinan Tiongkok tentang pertemuannya dengan Kim. 

“Kami juha akan secara gamblang mendiskusikan masalah ini dengan AS. Tidak ada rahasia. Posisi Rusia selalu transparan. Tidak ada skenario apapun,” ungkap Presiden Rusia seperti yang Dilansir dari AP News. 

Putin mengatakan bahwa mereka akan menemukan solusi dengan mempertimbangkan berbagai faktor kemanusia atas masalah denuklirisasi. Tetapi dia tidak mengatakan secara rinci.

Dalam sisi ekonomi, kedua negara tersebut memiliki kebutuhan masing-masing pihak. Rusia ingin mendapatkan aksea lebih atas sumber daya mineral Korut, termasuk logam langka. Sedangkan Korut, menginginkan pasokan listrik dan investasi Rusia untuk memodernisasi pabrik-pabrik industri, kereta api, Dan infrastruktur lainnya. 

Kim kemungkinan akan kembali ke Pyongyang pada hari Jumat (26/4/2019). Putin menerima undangan Kim untuk datang ke Korea, yang akan membahas stabilisasi di Semenanjung Korea. (RM) 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *