Kontroversi Jilbab, Tentara Muslim Diturunkan Pangkat

Kontroversi Jilbab, Tentara Muslim Diturunkan Pangkat

Seorang sersan wanita di Amerika Serikat tiba-tiba mendapat keturunan pangkat karena berjilbab. Padahal sebelumnya ia sudah mendapat izin untuk mengenakan jilbab.

Tentara Wanita Muslim di Amerika Turun Pangkat Karena Berjilbab

Konten.co.id (Amerika Serikat) – Seorang prajurit perempuan militer angkatan darat Amerika Serikat dipaksa untuk melepaskan hijab oleh atasannya. Dia mengajukan pengaduan ke Military Equal Opportunity (MEO) pada awal bulan Maret, karena alasan penurunan pangkatnya tidak dijelaskan secara spesifik.

Sersan Cesilia Valdovinos diberikan izin oleh komandan brigade, Kolonel David Zinn pada bulan Juni 2018, untuk mengenakan jilbab setelah menjadi mualaf pada tahun 2016. Setelah mengenakan hijab, Valdovinos banyak menerima ujaran kebencian dari lingkungan sekitarnya. 

“Saya dipanggil teroris. Saya dipanggil ISIS,” ujarnya kepada Yahoo yang dilansir dari laman Task and Purpose. 

Pada tanggal 6 Maret di Fort Cason, atasanya, Komandan Sersan Mayor Kerstin Montoya diduga telah memaksanya untuk melepaskan hijab di depan para prajurit lainya meskipun telah mengantongi izin. 

Montoya beralasan bahwa rambut Valdovinos tidak sesuai standar aturan yang berlaku. 

Valdovinos pun menuruti perintah untuk menghindari konsekuensi karena menolak perintah atasan, meskipun tindakan tersebut melanggar kepercayaan agamanya. 

Keesokan harinya dia melapor ke kantor MEO. Dia kemudian diturunkan dari sersan menjadi spesialis, tanpa menjelaskan alasan yang spesifik.

Pendiri Military Religious Freedom Foundation (MRFF) Mikey Weinstein memberikan pernyataan bahkan jika Komandan tersebut memiliki penglihatan X-Ray, rambut Valdovinos akan tetap rapi dibalik hijabnya sesuai dengan aturan penampilan militer AD. Dia juga memakai pakaian jilbab pun yang telah disetujui oleh tentara.

Sedangkan Kapten Militer AD Brook Smith, yang menjadi saksi kejadian tersebut, mengatakan bahwa Montoya memang meminta tanpa menyentuh dan berteriak kepada Valdovinos untuk melepas hijabnya sehingga dapat mengecek apakah rambutnya sesuai peraturan atau tidak. Dan menemukan bahwa rambut Sersan tersebut tergerai, yang tidak diperbolehkan saat mengenakan seragam.

Setelah cerita ini viral, Montoya kembali mendekati Valdovinos untuk kedua kalinya untuk memastikan apakah rambutnya sudah sesuai peraturan. Kemudian menyuruhnya pergi ke toilet utuk memperbaiki rambutnya.

Angkatan darat mulai mengizinkan pembebasan beragama untuk jilbab, sorban, dan jenggot pada tahun 2017. 

“Kami bangga dengan keragaman tim Tentara kami yang bekerjasama secara profesional tanpa memandang ras, jenis kelamin, etnis, agama, atau orientasi seksual,” ujar Kolonel David Zinn. (RM)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *