Kinerja DPR Tidak Sebanding Dengan Pengeluaran Anggaran

Kinerja DPR Tidak Sebanding Dengan Pengeluaran Anggaran

ICW dan IBC beri rapor merah kepada anggota dewan legislatif Indonesia tahun ini.

Kinerja Anggota Legislatif Belum Sebanding dengan Pengeluaran Anggaran

Konten.co.id – Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Indonesia Budget Center (IBC) menilai kinerja para wakil rakyat di lembaga legislatif buruk dan prilakunya koruptif. Hal ini terlihat dari banyaknya kursi kosong dalam sidang-sidang paripurna yang kerap menghiasi berita utama media nasional.

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz mencontohkan pada tanggal 7 Januari 2019, tercatat 310 anggota DPR tak hadir dalam rapat paripurna pembukaan masa persidangan III tahun 2018-2019.

“Meskipun ramai dicibir, DPR tak juga berbenah. Rapat paripurna ke-14 masa sidang IV yang digelar pada 19 Maret 2019 lalu hanya diikuti oleh 24 anggota DPR,” ungkap Donal dilansir dari Beritagar.id, Selasa (9/4/2019).

Performa DPR periode ini, tambahnya tak sebanding dengan besarnya uang rakyat yang mereka kelola. Padahal kata dia, jumlah total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk lembaga legislatif 2015-2019 mencapai Rp26,14 triliun dengan rata-rata anggaran DPR per tahun sebesar Rp5,23 triliun.

Adapun ICW dan IBC, sambung Donal, membuat catatan rekam jejak DPR 2014-2019 sebagai bentuk evaluasi untuk mendorong legislatif yang lebih baik karena para wakil rakyat ini akan segera tutup buku masa jabatan.

Di tingkat nasional, tambah dia, lebih dari 90 persen anggota DPR 2014-2019 kembali mencalonkan diri untuk menjadi anggota DPR 2019-2024. Di antara nama-nama petahana tersebut terdapat tiga nama yang saat ini berstatus tersangka korupsi.

“Ada Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (Fraksi PAN), Sukiman (Fraksi PAN), dan Bowo Sidik Pangarso (Fraksi Golkar),” bebernya.

ICW juga mencatat 59 anggota legislatif berstatus tersangka, terdakwa, dan bahkan terpidana kasus korupsi. Malah DPR RI juga melantik Setya Novanto sebagai Ketua DPR. “Padahal menyandang status tersangka pada tahun 2017,” jelasnya.

Dari mulai banyaknya korupsi, tidak disiplin dan kinerja buruk jadi sorotan ICW dan IBC kepada dewan legislatif periode saat ini

Hingga saat ini telah ada 22 anggota DPR RI 2014-2019 yang ditetapkan tersangka korupsi oleh KPK. Tiga di antaranya menjadi tersangka pada tahun pertama masa jabatan; yaitu Ardiansyah (Fraksi PDIP), Patrice Rio Capella (Fraksi Nasdem), dan Dewi Yasin Limpo (Fraksi Hanura).

Bahkan dua anggota legislatif yang merupakan ketua umum partai yaitu Setya Novanto (Ketua Umum Partai Golkar) dan Muhammad Romahurmuziy (Ketua Umum PPP) menjadi tahanan KPK.

“Boleh dikatakan, korupsi anggota DPR/D periode 2014-2019 sangat memprihatinkan,” tandasnya.

Dari catatan ICW yang diolah tim Lokadata Beritagar.id, Partai Golkar menjadi partai paling korup pada periode 2014-2019 karena 8 kadernya terjerat kasus korupsi. Padahal, Golkar merupakan penguasa parlemen kedua terbanyak dibandingkan PDIP dengan 91 kursi pada 2014.

Sementara itu, kader PDIP yang terjerat rasuah sebanyak 2 orang. Pada periode ini, sebanyak 109 kader partai banteng menduduki kursi parlemen di Senayan.

Selain disoroti soal korupsi, para anggota legislatif juga banyak disorot masalah kedisiplinan, dan minimnya capaian legislasi. Mereka banyak disorot juga dari sisi etik. Di antaranya kasus “Papa Minta Saham” dan surat dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon kepada KPK terkait pemeriksaan Setya Novanto.

Catatan ICW, sedikitnya ada 10 pelanggaran yang diputus Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Berdasarkan Pasal 21 Peraturan DPR RI no 1 tahun 2015 tentang Kode Etik DPR RI, ada tiga jenis sanksi pada anggota DPR yang terbukti melanggar; yaitu sanksi ringan, sedang, dan berat. Dari 10 kasus, sanksi yang dijatuhkan umumnya ringan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif IBC Roy Salam menyebut DPR RI 2014-2019 telah menetapkan 189 Rancangan Undang-Undang (RUU) dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2015-2019 dan 31 RUU prolegnas kumulatif. (AI)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan