Kemenhub Evaluasi Tarif Ojek Online Tiga Bulan Sekali

Kemenhub Evaluasi Tarif Ojek Online Tiga Bulan Sekali

Kemenhub akan evaluasi tarif ojol per tiga bulan sekali aturan ini berlaku terhitung sejak 1 Mei 2019.

Mulai Berlaku 1 Mei, Tarif Ojek Online Dievaluasi Setiap Tiga Bulan

Konten.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menetapkan tarif ojek online mulai 1 Mei 2019. Nantinya tarif ojek online ini akan diterapkan lewat Surat Keputusan Menteri Perhubungan (SK Menhub) yang akan ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan dalam aturan ini merupakan turunan dari Peraturan Menteri (PM) Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. PM 12 Tahun 2019 sudah diundangkan pada 11 Maret 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, aturan ini nantinya akan bersifat fleksibel. Artinya pemerintah masih akan tetap menerima masukan dari para asosiasi driver, masyarakat ataupun pihak aplikator terkait tarif baru ini.

Menurut Budi, pemerintah akan tetap melakukan evaluasi setiap tiga bulan ke depan. Jika dirasa ada masukan-masukan baru maka tidak menutup kemungkinan jika tarif itu bisa diubah setiap tiga bulan.

Namun, evaluasi tersebut hanya menyangkut tarifnya saja. Sedangkan elemen lainnya tidak termasuk kedalam evaluasi karena menurutnya sudah dirasa cukup memuaskan.

“Dinamika penentuan tarif tidak mengenal waktu. Jadi ketemu dengan pihak asosiasi pengemudi jalan terus. Dan tidak hanya saya oleh Kemenhub minta terus dengan saya. Apa yang disampaikan sudah kita lakukan bahkan pagi tadi sudah ketemu,” ujarnya seperti dilansir Okezone.com, Sabtu (13/4/2019).

“Yang paling terpenting juga misalnya nanti ada yang enggak setuju gimana? Di dalam surat keputusan yang disiapkan hari ini sampai tiga bulan ke depan akan kita lakukan evaluasi karena memang dinamikanya dan juga harapan termasuk distrubtion teknologi sangat cepat sekali,” katanya.

Evaluasi tersebut nantinya akan melibatkan berbagai macam pihak. Termasuk di dalamnya mendengarkan pihak asosiasi bersama dengan tim riset independen. “Evaluasi ini akan melibatkan tim riset independen. Mau dari mana aja riset akan kita dengarkan. Mudah-mudahan mendekati harapan semua pihak,” kata Budi.

Evaluasi tersebut terbaik bagi Ojol. Tapi menurut Garda, evaluasi tarif juga harus sesuai dengan keinginan danaspirasi driver agar pasar bisa terus terjaga.

Sementara dilansir dari Tempo.co, Presidium Gabungan Transportasi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono menuturkan bahwa biaya jasa yang ditetapkan pemerintah masih di bawah harapan para pengemudi. Namun, pihaknya masih dapat menerima keputusan tersebut. Garda, ujarnya, akan terus berkomunikasi dan memberi masukan kepada Kemenhub sebagai bahan evaluasi

Selain itu, dia menilai perusahaan aplikasi juga perlu melakukan penyesuaian terhadap biaya tersebut. Menurutnya, dengan pemerintah mau mengevaluasi setiap 3 bulan terkait dengan biaya tarif ini akan dimanfaatkan oleh pengemudi agar tarif terus naik.

Dia melanjutkan evaluasi tarif ojek online harus terus ditingkatkan sesuai aspirasi pengemudi dan memang tidak boleh serta merta dinaikan tarifnya guna menjaga pasar, supaya penumpang tidak terlalu kaget.

“Sekarang Jabodetabek besarannya Rp 2.000-Rp2.500 net, itu selisih Rp 400 bagi kami masih ada toleransi, tiga bulan kami evaluasi dengan Kemenhub,” katanya.

Adapun tarif ojek online yang ditetapkan Kemenhub adalah untuk zona satu di kisaran Rp1.850 hingga Rp2.300 per km nett untuk pengemudi. Sementara biaya jasa minimal yang diterima pengemudi adalah Rp7.000 hingga Rp10.000 per 4 km.

Sementara untuk zona kedua adalah tarif yang didapatkan oleh pengemudi yakni Rp2.000 hingga Rp2.500 per km. Adapun biaya jasa minimalnya yakni Rp8.000 hingga Rp10.000 per 4 km.

Lalu terakhir zona ketiga adalah Rp2.200 hingga Rp2.600 per km. Adapun biaya jasa minimalnya adalah Rp7.000 hingga Rp10.000 per 4 km. Seperti diketahui, Kemenhub sendiri memberlakukan batas (AI)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan