Jelang Pemilu, Orderan Amplop Marema

Jelang Pemilu, Orderan Amplop Marema

Pedagang amplop mengaku telah menerima banyak orderan menjelang pemilu yang dilaksanakan 17 April 2019 mendatang.

Jelang Pemilu, Penjualan Amplop Meningkat

Konten.co.id –Beberapa hari menjelang pencoblosan Pemilu 2019, penjualan amplop di sejumlah tempat laris manis. Demikian dilansir Fajar.co.id.

Beberapa indikasi mengarah pada adanya money politic, bagi-bagi barang yang dilakukan oknum tim calon legislatif.

Salah seorang warga Kelurahan Guntung Payung, Banjarbaru, Kalsel, mengaku baru-baru ini menerima jilbab dan tas dari seseorang yang mengaku disuruh salah satu calon anggota DPRD Banjarbaru.

“Selain itu, saya juga dijanjikan akan dikasih uang Rp150 ribu mendekati hari H pencoblosan nanti,” katanya.

Warga yang enggan namanya ditulis di media itu menambahkan, saat menyerahkan barang, orang yang mengaku suruhan tersebut, memperlihatkan gambar caleg yang dimintanya untuk dipilih dalam pencoblosan nanti. “Padahal jilbab dan tasnya jelek,” katanya.

Meski demikian, dia mengaku terpaksa akan mencoblos caleg yang direkomendasikan orang yang datang padanya itu. “Saya sudah terlanjur janji, terpaksa saya pilih caleg itu,” katanya.

Mulai bergerilyanya timses caleg menjelang pencoblosan, nampaknya bisa mempengaruhi peningkatan penjualan amplop di toko-toko. Amplop semakin laku, kabarnya karena diborong sejumlah peserta pemilu untuk meletakkan uang yang akan dibagi-bagikan ke para pemilih.

Di antara toko yang mulai tertimpa rezeki, lantaran amplopnya laris manis ialah Toko Buku Riyadh Banjarbaru. “Dalam sebulan terakhir permintaan amplop meningkat cukup signifikan. Setiap hari laku 10 pak lebih. Padahal sebelumnya kurang dari itu,” kata Laila, salah seorang karyawatinya.

Bahkan, dia menyebut pernah ada salah seorang pembeli memborong lima pak amplop. Di mana dalam satu paknya berisi 100 lembar. “Amplopnya bervariasi. Ada yang ukuran kecil dan besar,” ujarnya.

Namun, Laila mengaku tak tahu kenapa penjualan amplop di tokonya tiba-tiba naik cukup signifikan. “Mungkin ada sejumlah kantor yang kehabisan stok amplop, jadi mereka membeli banyak di sini,” ucapnya.

Meski secara terang-terangan ada warga yang mengaku sudah menerima barang dari caleg, namun Bawaslu Banjarbaru hingga saat ini justru belum menerima informasi mengenai adanya praktik bagi-bagi barang dan uang ke pemilih.

“Sejauh ini memang belum ada. Karena kita selalu melakukan tindakan pencegahan dan sosialisasi. Termasuk menyampaikan surat imbauan kepada peserta pemilu,” ungkap Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru, Dahtiar.

Dia menyampaikan, money politics menjadi fokus pengawasan Bawaslu dalam setiap tahapan pemilu.

“Di saat minggu tenang nanti, Bawaslu RI melalui Bawaslu Provinsi telah meminta semua Bawaslu di kabupaten/kota untuk melakukan patroli pengawasan. Termasuk nantinya akan dibuat posko pengaduan pelaporan dugaan money politic di setiap daerah,” pungkasnya.(ME) 

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *