Ilmuwan Cina Satukan Gen Otak Manusia dengan Kera

Ilmuwan Cina Satukan Gen Otak Manusia dengan Kera

Percobaan ini menghasilkan kontoversi para ilmuwan lainnya mengenai etika penelitian.

Para Ilmuwan Cina Melakukan Percobaan Menggabungkan Gen Otak Manusia Dengan Kera

Konten.co.id – Ilmuwan Cina melakukan penelitian mengenai evolusi kecerdasan manusia dengan menanamkan gen otak manusia ke kera. Penelitian ini mengundang kontroversi para ahli lainnya.

Penelitian dipimpin oleh Institut Zoologi Kunming di barat daya Cina dan Akademi Ilmu Pengetahuan Cina serta bekerja sama dengan peneliti Amerika di University of North California. Para peneliti menanamkan gen MCPH1 manusia, yang merupakan gen yang berfungsi untuk perkembangan otak, ke 11 monyet berjenis rhesus. 

Dilansir dari CNN, kesebelas monyet menjalani serangkain tes, seperti tes memori yang mengharuskan mereka untuk mengingat beberapa warna dan bentuk. Dari 11 monyet hanya lima yang bertahan dalam tahap pengujian.

Penelitian ini memicu pendapat negatif mengenai etika penelitian. Salah satunya ahli genetika James Sikela dari Universitas Colorado, mengatakan bahwa penelitian ini memiliki risiko yang besar. Eksperimen transgenik pada primata bukan manusia dapat menimbulkan masalah etika yang rumit dan dapat membahayakan.

Hasil temuan menunjukkan bahwa otak monyet sama seperti manusia membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang. Otak monyet yang diteliti bekerja lebih baik dalam tes memori jangka pendek dan memilik respon yang cepat jika dibandingkan dengan jenis monyet liar.

Sedangkan ahli bioetika Jacqueline Glover membandingkan penelitian ini dengan film Planet of the Apes yang bergenre fiksi ilmiah distopian yang menceritakan evolusi kera yang menjadi cerdas dan menggulingkan manusia.

“Untuk memanusiakan mereka berarti membahayakan. Jangan menciptakan makhluk yang tidak bisa memiliki makna kehidupan dalam konteks apapun,” ujar Glover. 

Seorang peneliti eksperimen ini, Su Bung dari Akademi Sains Cina mengatakan bahwa percobaan ini telah dikaji oleh badan etik universitas dan mengikuti standar ilmiah internasional maupun hak-hak binatang. Para peneliti juga akan melanjutkan pekerjaan mereka dalam eksperimen modifikasi otak dan mungkin akan bereksperimen dengan jenis makhluk hidup lainnya di masa depan.

Penelitian yang mendapat kritik etika seperti ini telah terjadi sebelumnya. Salah satunya percobaan merekayasa DNA bayi kembar agar mencegah penyakit HIV, yang dilakukan tahun lalu oleh peneliti asal Cina Jiankui. (RM)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *