Gerakan Rabu Putih GP Ansor Timbulkan Polemik

Gerakan Rabu Putih GP Ansor Timbulkan Polemik

Gerakan Rabu Putih yang digaungkan GP Ansor dan Paslon

Dukung Capres 01, GP Ansor Gaungkan Gerakan Rabu Putih

Konten.co.id – Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Yaqut Cholil Qoumas, atau kerap disapa Gus Yaqut, mengaku akan mengadakan gerakan Rabu Putih pada 17 April 2019 mendatang.

Semua kader GP Ansor dan seluruh masyarakat NU diajak untuk bersama-sama datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan mengenakan baju putih.

Menurutnya, gerakan tersebut merupakan terobosan baru GP Ansor dalam ikut andil menciptakan keamanan pemilu serentak 2019. Dia menegaskan pemilu merupakan acara demokrasi terbesar republik Indonesia tersebut harus berjalan dengan damai.

Tujuan dibentuknya gerakan Rabu putih tersebut hanyalah untuk mengawal proses berjalannya kampanye Serentak agar tidak diwarnai dengan kampanye hitam ataupun hoaks di tempat TPS.

Gerakan ini pun sering digaungkan Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf di setiap kampanyenya. Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak menilai Rabu Putih dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

“Ajakan itu jelas adalah ajakan yang berbahaya yang bisa menyebabkan perpecahan pada saat pencoblosan nanti. Jadi stop mengeluarkan statement yang memecah belah,” ucap Dahnil.

Menanggapi hal itu Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago melihat sisi plus-minus dari seruan gerakan Rabu Putih pada hari pencoblosan 17 April mendatang.

Gerakan Rabu Putih dikhawatirkan jadi pemecah belah persatuan dan kesatuan, namun satu sisi jadi penggerak kekompakan.

“Seruan gerakan ‘Rabu Putih’ ini ada sisi plus-minusnya,” kata Pangi Syarwi dilansir dari Tagar.id, Jumat (12/4/2019).

Menurut Pangi, seruan gerakan “Rabu Putih” di satu sisi akan membangun kekompakan dan kekuatan mental bertarung dari pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Akan tetapi, di sisi lain, gerakan itu akan membuka azas kerahasiaan dalam pemilu.

“Masyarakat umum dapat melihat, pemilih yang hadir di TPS (tempat pemungutan suara), pada 17 April nanti, mengenakan pakaian putih, pastilah pemilih Jokowi-Ma’ruf, sehingga azas kerahasiaan dalam pemilu tidak ada lagi,” katanya.

Pangi menambahkan, surveyor dari lembaga menjadi dimudahkan untuk melakukan exit pool guna menghitung berapa persen pemilih pasangan 01 dan berapa persen pemilih pasangan 02, tanpa perlu bertanya dan wawancara.

“Karena dapat dipastikan, pemilih yang hadir di TPS mengggunakan pakaian putih adalah pemilih pasangan 01,” katanya.

Menurut dia, gerakan Rabu Putih ini juga bagus untuk mengelola mesin locomotif effect, yakni mengiring opini publik bahwa yang pakai baju putih ke TPS banyak. Dengan demikian, masyarakat cenderung terpengaruh dan memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf. (AI)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan