Gaji ASN di Sumut Dipotong 2,5 Persen untuk Zakat

Gaji ASN di Sumut Dipotong 2,5 Persen untuk Zakat

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan memotong 2,5 persen gaji para aparatur sipil negara (ASN) atau PNS yang beragam Islam setiap bulannya untuk zakat.

Rahmayadi Intruksikan Gaji ASN Sumut Dipotong 2,5 Persen Untuk Bayar Zakat

Konten.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan memotong 2,5 persen gaji para aparatur sipil negara (ASN) atau PNS yang beragama Islam setiap bulannya untuk zakat. Hal ini lantaran Sumut memasang target pengumpulan zakat sekitar Rp 60 miliar, sedangkan yang tercapai pada 2018 lalu sebesar Rp 20 miliar.

“Jangan sangsi zakat yang diberikan tidak sampai. Jadi bayarakanlah zakat anda ke (melalui) Baznas. Karena kalau kita mati (meninggal dunia), ada tiga hal yang bisa membantu kita. Pertama, anak yang soleh. Kedua, ilmu yang bermanfaat, dan yang ketiga, ini amal zariyah, termasuklah zakat ini di dalamnya,” ujar Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dilansir Kompas.com, Senin (22/4/2019)

Untuk mencapai target tersebut, Edy meminta agar gaji ditambah Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) yang diterima para ASN setiap bulan langsung dipotong 2,5 persen untuk zakat dengan ketentuan penghasilan mencapai nisab (jumlah tertentu).

Dia juga melihat potensi dari zakat dengan jumlah penduduk Muslim di Sumut bisa mencapai Rp 3 triliun per tahun. “Setuju kita ya, gaji dan TTP (tunjangan) dipotong langsung untuk zakat. Nanti saya ingin tahu berapa zakat yang terkumpul dalam sebulan. Kita mau lihat bagaimana bisa membantu masyarakat miskin, membangun masjid dan mensejahterakan umat. Jadi potongan uang anda, manfaatnya untuk kita juga. Mohon diawasi ini secara ketat,” ungkapnya.

Sementara Ketua Baznas Sumut Amansyah Nasution menuturkan, ada lima program Baznas Sumut untuk kemaslahatan umat, antara lain Sumut Taqwa yang memfokuskan bantuan kepada da’i dan pembangunan masjid di desa terpencil. Sumut Peduli yakni bantuan kepada anak yatim, lansia, ormas Islam hingga bedah rumah.

Kemudian, Sumut Sehat dengan mendirikan klinik serta melayani pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis. Program berikutnya, lanjut Amansyah, adalah Sumut Cerdas berupa beasiswa kepada anak sekolah tingkat aliyah/SMA sederajat dan bantuan buku.

Serta program Sumut Makmur dengan memberikan bantuan produktif kepada umat Islam yang punya usaha kecil dengan pinjaman modal tanpa bunga (riba).

Ia pun mengatakan zakat harus dipahami sebagai kewajiban setiap umat Islam yang telah memenuhi nisab untuk membersihkan harta. Menurut dia, hal ini merupakan rukun Islam yang keempat setelah syahadat, shalat dan puasa. Bahkan dalam Al-Quran, zakat sering disampaikan bersamaan dalam kalimat ‘mendirikan shalat dan menunaikan zakat’.

“Jadi hidup ini bukan hanya menumpuk harta, tetapi ada berkah dan keridhoan Allah. Zakat juga bermakna berkah, bertambahnya nilai kebaikan yang terus menerus,” tukasnya. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *