Foto Pria Pemakai Pin Palu Arit di Acara Debat, Asli Apa Palsu?

Foto Pria Pemakai Pin Palu Arit di Acara Debat, Asli Apa Palsu?

Teknologi digital bisa melacak jejak penambahkan pin pada topi yang tidak ada pin, maupun menghilangkan pin pada topi yang tersemat pin.

Silang Pendapat Keaslian Foto Pemakai Pin Palu Arit di Acara Debat Capres Masih Berlangsung

Konten.co.id – Setelah cuitan akun Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo (@marierteman) pada tanggal 31 Maret 2019 pukul 10:28 WIB, yang mengunggah foto seorang yang mengenakan PIN palu arit di topinya, muncul meme yang menyatakankan bahwa foto yang diunggah itu adalah palsu.

Meme bantahan ini, dikirim oleh akun @SyifaZ26 membalas cuitan @marierteman. “Katanya mantan jendral, perbuatanya biadab, bikin HOAX terus..anda sudah banyak ngajak follow mu ke jalan sesat,” umpatnya.

Mana yang benar?
Mari perjelas masalah ini. Gambar pertama menunjukkan foto topi dengan pin palu arit berwarna keemasan. Foto kedua yang merupakan sanggahan menampilkan foto tanpa pin.

Bicara kemungkinan, maka dengan menguji logika standar dua foto ini akan mengerucut pada kesimpulan sementara.

  • Jika foto kedua adalah benar tanpa pin, maka foto pertama adalah hoax.
  • Jika foto kedua adalah benar tanpa pin, tentunya orang yang membalas cuitan @marierteman, yaitu @SyifaZ26, punya sumber aseli, darimana sumber aseli foto itu didapatkan?
  • Jika foto pertama adalah benar dengan pin, apakah bagian topi ber-pin itu bisa dihilangkan hingga menjadi foto kedua alias tanpa pin?

Demikian jika menguji kemungkinan.

Forensic Digital
Teknologi digital bisa melakukan itu: menambahkan pin pada topi yang tidak ada pin, maupun menghilangkan pin pada topi yang tersemat pin.
Untuk menguji suatu objek pernah mengalami penambahan objek, atau pernah mengalami pembuangan object, bisa dilakukan dengan teknik Forensic Ditigal.

Beberapa hal yang dikenal dalam teknik forensik digital yaitu:

  1. Pemeriksaan meta data.
    Secara sederhana metadata didefinisikan sebagai informasi mengenai data. Metadata sendiri berisi berbagai macam informasi mengenai data dari suatu file data yang secara otomatis tertulis didalam sistem komputer, baik kita sadari maupun tanpa kita sadari.
    Teknik ini dipakai untuk menguji apakah suatu foto adalah foto aseli (raw) tanpa sentuhan foto editing, atau sudah melalui foto editing. Untuk kasus ini, pemeriksaan meta data tak berguna, karena dua foto sama-sama mengalami proses foto editor.
  2. Memeriksa jejak warna menggunakan aplikasi foto editor semisal Photoshop.
    Keaslian sebuah foto terkadang dapat lebih mudah jika berada dalam mode hitam putih atau grayscale daripada berwarna. Oleh karena itu, pada bagian ini, analisis sebuah foto akan diawali dengan proses mengkonversi foto berwarna menjadi hitam putih. Dalam perangkat Photoshop sendiri terdapat berbagai fungsi yang bisa dimanfaatkan, maka foto akan dianalisis menggunakan pendekatan dengan bantuan software pengolahan gambar Adobe Photoshop, antara lain dengan memperhatikan piksel pada bagian perpotongan dan beberapa perbedaan warna. Ada berbagai opsi dalam fungsi yang terdapat didalam Software Adobe Photoshop untuk mengkonversi sebuah foto berwarna menjadi hitam putih, diantaranya menggunakan fasilitas Desaturate, Image Adjustment Black and White.

Tak hanya dua hal di atas, sebenarnya masih banyak cara untuk mengetahui suatu foto aseli atau tidak, rekayasa atau masih relatif murni.

Berikut ini salah satu teknik digital forensik yang dilakukan penyanggah yang menyebut foto dari @marierteman adalah hoax, yang kami temukan di timeline.(ZF)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan