Fakta Baru Kasus Perkelahian Audrey Terungkap

Fakta Baru Kasus Perkelahian Audrey Terungkap

Tiga siswi SMA jadi tersangka kasus penganiayaan terhadap Audrey. Ketiganya mengaku tidak keroyok Audrey

Pengakuan Tersangka, Fakta Baru Kasus Perkelahian Audrey Terungkap

Konten.co.id – Tiga siswi SMA jadi tersangka kasus penganiayaan terhadap Audrey siswi SMP di Pontianak yang kasusnya sampai membuahkan petisi viral #JusticeForAudrey. Ketiganya berinisial Ar, Ec alias NNA, dan Ll. Mereka pundijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman 3,5 tahun penjara.

Saat memberikan klarifikasi di aula Polresta Pontianak, Rabu (10/4/2019). Ketujuh pelajar didampingi komisioner KPPAD Pontianak Alik R Rosyad dan sejumlah keluarga. 

Mereka secara bergantian menyampaikan permintaan maaf kepada korban. Di antara mereka ada yang mengaku tidak berada di dua lokasi kejadian di Aneka Pavilion di Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya di Sutan Syahrir, Pontianak, pada Jumat (29/3/2019)

Dikutip dari Antara, mereka mengaku berkelahi satu lawan satu, sementara teman-teman yang lain hanya menyaksikan. Ada juga yang mencoba melerai perkelahian tersebut.

Salah satu pelajar berinisial Ec alias NNA (17) mengakui perkelahian dimulai dari dirinya dengan korban karena kekesalannya yang sering di-bully dirinya di media sosial. 

Ia dan korban pun membuat janji untuk menyelesaikan masalah tersebut pada Sabtu (30/3/2019) malam di tepian Sungai Kapuas. Tetapi Jumat (29/4/2019) siang korban menghubunginya dan mengajaknya menyelesaikan masalah tersebut.

Korban menyatakan tak memiliki kendaraan, sehingga dia dijemput saudara sepupunya berinisial Pp dengan mengendarai motor. Di tempat kejadian, Ec menyebut terjadi adu mulut hingga berkelahi.

Dari pengakuan tiga tersangka Audrey tidak dikeroyok melainkan satu lawan satu. Bahkan tidak ada tindakan melukai alat kelamin yang dilakukan pelaku

Perkelahian, disebut Ec, berlanjut ke Taman Akcaya yang melibatkan Ar dan Ll. Namun Ec menyebut tak ada pengeroyokan, melainkan perkelahian satu per satu. 

Sementara itu, komisioner KPPAD Pontianak Alik R Rosyad menjelaskan kronologi perkelahian tersebut.

Menurut Alik, berdasarkan penjelasan para pelajar tersebut, perkelahian diawali dari Ec dan Aud di Aneka Pavilion. Kemudian korban mencoba lari ke Taman Akcaya, yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi pertama.

Korban kemudian dikejar Ec. Saat sedang mengejar korban, Ec bertemu Ar di jalan Uray Bawadi. Ar kemudian diajak mengejar korban, dan mereka bertemu korban di Taman Akcaya. Kemudian korban dan AR berkelahi. Setelah selesai berkelahi, Ll datang dan berkelahi lagi dengan korban di lokasi yang sama.

Terkait kasus ini, Polresta Pontianak sudah melakukan visum terhadap korban. “Tetapi fakta yang ada itu menjambak rambut, mendorong sampai terjatuh, memiting, dan melempar sandal. Itu ada dilakukan dan tidak ada tindakan melukai alat kelamin,” kata Kapolresta Pontianak Kombes M Anwar Nasir.

Kasus tersebut mendapat perhatian luas di media sosial hingga muncul tagar #JusticeForAudrey, yang sempat menjadi trending topic nomor 1 dunia pada Selasa (9/4/2019). Ada pula petisi di laman Change.org yang sudah diteken lebih dari 3 juta orang. (AI)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *