Erin Smith, Penemu Aplikasi Pendeteksi Parkinson

Erin Smith, Penemu Aplikasi Pendeteksi Parkinson

Seorang gadis remaja mampu menciptakan sebuah alat yang mampu mendeteksi penyakit parkinson. Hebatnya ia menciptakan alat itu di umur 15 tahun.

Remaja 15 Tahun Buat Aplikasi Deteksi Penyakit Parkinson

Konten.co.id – Michael J.Fox telah menginspirasi seorang gadis remaja. Erin Smith merancang program komputer untuk mendeteksi tanda-tanda awal penyakit parkinson.

Michael J. Fox ada bintang film blockbuster Back To The Future, yang didiagnosis menderita penyakit parkinson pada usia 29 tahun. Penyakit parkinson merupakan penyakit saraf yang mengakibatkan penderitanya kesulitan mengatur gerak tubuh seperti berbicara, berjalan, dan menulis. Erin Smith (15) mendapatkan idenya ketika sedang menonton rekaman-rekaman sang aktor.

Dia merupakan penggemar berat film Back To The Future. Erin melihat bagaimana perubahan ekspresi Michael yang tidak memiliki emosi, sebagai akibat dari penyakit parkinson, bahkan ketika aktor tersebut bersemangat. Seperti penderita parkinson lainnya, Michael memiliki senyum yang murung dan alis yang terangkat.

Dilansir dari Daily Mail, dengan melihat karya-karya Michael sebelumnya, Erin melihat bagaimana ekspresinya mulai berubah bahkan sebelum aktor tersebut didiagnosis pada tahun 1991, enam tahun setelah film Back To The Future seri pertama dikeluarkan pada tahun 1985.

Erin tertarik untuk merancang program komputer untuk dapat menemukan orang-orang yang mempunyai tanda awal penyakit tersebut.

Erin belajar coding dari awal. Dalam satu tahun dia telah membuat prototipe yang bisa mengidentifikasi petunjuk menggunakan rekaman video.

Teknologi pengenal wajah yang serupa dengan CCTV untuk mengenali penjahat digunakannya, tetapi Erin memiliki kapasitas pembelajaran mesin agar menjadi lebih baik dalam mengenali tanda-tanda parkinson. Tremor menjadi salah satu tanda dari parkinson.

Penelitian untuk menemukan obat parkinson yang didukung oleh Michael J. Fox Foundation, menyimpulkan bahwa penemuan ini yang diberi nama FacePrint Erin memiliki keakuratan sebesar 88 persen dalam membedakan penderita parkinson dengan orang yang sehat.

Erin kini berusia 19 tahun. Dia menjelaskan FacePrint dalam acara Dragons’ Den-style di London minggu lalu yang diadakan oleh majalah teknologi Wired. Erin juga telah mendapatkan tempat di Universitas Stanford untuk belajar ilmu komputer dan ilmu saraf.

Seorang profesor bernama David Dexter yang bekerja di yayasan Parkinson Inggris mengatakan bahwa penemuan Erin yang dapat mendeteksi tanda awal parkinson tidak hanya membuat orang mengambil tindakan, tetapi juga mendapatkan perawatan yang lebih baik dan cepat. (RM)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan