Catatan Media Internasional Menyoroti Pemilu Indonesia 2019

Catatan Media Internasional Menyoroti Pemilu Indonesia 2019

Indonesia menjadi pemilu terbesar dan terumit di dunia. Media internasional menyoroti beberapa hal yang menjadi sorotan dunia.

1,6 Juta Orang tak Dapat Memilih, Berikut Catatan Media Internasional di Pemilu Indonesia 2019

Konten.co.id – Sebagian besar media internasional ikut meramaikan pemilu Indonesia 2019. Mereka menyebutkan bahwa pemilu Indonesia sebagai pemilu terbesar dalam sehari di dunia. 

Mereka juga menyediakan live report di halaman website masing-masing seperti Bloomberg yang melaporkan langsung secara rinci dari pembukaan pemilihan umum. Mulai dari media Amerika, Asia, Timur Tengah, dan Eropa mewartakan pemilu serentak terbesar dalam sejarah dunia dalam satu hari.

Media internasional menyoroti pemilu 2019 khususnya pilpres Indonesia sebagai pesta demokrasi Indonesia yang terbesar dan katanya terumit. Hal ini karena proses pemilu serentak yang pertama kali diselenggarakan oleh Indonesia. 

Sebanyak 192,8 juta warga Indonesia harus menyumbangkan suara untuk pemilihan pasangan presiden, satu anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyediakan 810.0329 TPS yang akan dijaga oleh 7,2 juta panitia pemilu 2019.

Media internasional The Guardian mengatakan walaupun India dan AS memiliki jumlah pemilih pendaftar yang lebih banyak, tetapi mereka melakukan pemilu dengan kurun waktu beberapa minggu. Sedangkan Indonesia sebagai penduduk terbanyak ke 5 melaksanakan pemilu dengan kurun waktu satu hari.

Pemilu seringkali menjadi topik yang emosional. Pemilu melahirkan pemikiran yang saling bertentangan mengenai hukum, agama, ras, etnis dan uang, apalagi di Indonesia yang mempunyai perbedaan terhadap semua hal tersebut. Sehingga membutuhkan banyak petugas keamanan negara yang menjaga dan menegakkan integritas Indonesia.

The Guradian juga mengatakan bahwa sekitar 1,6 juta orang suku asli di pedalaman Indonesia tidak dapat memilih karena tidak memiliki KTP. Media Inggris ini pun menyayangkan hal tersebut.

Media Jerman DW melaporkan bahwa Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia. Meskipun negara sekuler dengan pemisahan agama dan negara bagian, partai politik sering menggunakan agama dalam taktik kampanye mereka untuk meraih simpati massa.

Untuk pemilu 2019, Jokowi didukung oleh koalisi yang disebut Indonesia Kerja dengan 60% dukungan gabungan di parlemen. Sedangkan Prabowo didukung oleh koalisi Indonesia Adil dan Sejahtera dengan dukungan parlemen sebanyak 40%.

Media ini membahas perbedaan target pemilih kedua pasangan. Jokowi menggaet Ma’ruf Amin sebagai cawapres, yang merupakan seorang ulama muslim terkemuka Indonesia, dengan tujuan bisa menarik pemlilih yang lebih konservatif, tradisional dan pedesaan.

Sedangkan Prabowo sengaja menggaet Sandiaga Uno sebagai sebagai cawapres. Sandiaga dikenal sebagai pebisnis, investor dan dekat dengan banyak tokoh muslim, dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak pemilih di kota. 

Sementara The Washington Post melaporkan pada Kamis (18/04/2019) bahwa  menteri keamanan, kepala militer, dan kepolisian Indonesia akan menindak tegas pada seitap upaya untuk mengganggu ketertiban dari hasil resmi sementara pemilu 2019.  Komisi Pemilihan Umum diminta untuk mengumumkan hasil resmi pada 22 Mei 2019. 

Dan media Timur Tengah, Aljazeera melaporkan bahwa kedua kandidat kurang menyoroti isu lingkungan hidup. Padahal menurut mereka sekitar sepertiga hutan Indonesia akan hilang karena penebangan pohon secara ilegal dan perluasan kebun kelapa sawit. (RM)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan