Cara Instan Kembangkan SDM Dengan Program Vokasi

Cara Instan Kembangkan SDM Dengan Program Vokasi

Pemerintah disebut fokus pada pendidikan vokasi tahun ini. Namun lulusan vokasi masih merasa jadi nomor dua dan dipandang sebelah mata.

Program Vokasi Pendidikan Jadi Solusi Pengembangan SDM Indonesia

Konten.co.id – Pendidikan kejuruan atau vokasi adalah pendidikan yang menekankan pada keahlian praktikal. Lulusannya banyak dibutuhkan untuk langsung terjun ke dunia kerja.

Biasanya satu program membahas topik yang spesifik. Misal, seni kuliner Prancis: Patisserie, Multimedia: Character Design. Keahlian spesifik itu banyak dicari perusahaan.

Mahasiswa pendidikan kejuruan biasanya lulus dengan gelar Certificate, Diploma atau Advanced Diploma. Banyak juga gelar vokasi yang dapat dilanjutkan ke pendidikan tingkat sarjana atau pascasarjana.

Meski diluncurkan pemerintah, nyatanya lulusan program vokasi masih sering disepelekan. Baik saat masih kuliah atau setelah terjun ke dunia kerja.

Junior Priabhuana, Ketua BEM Vokasi Universitas Indonesia periode tahun 2015 dilansir dari Tirto, mengatakan upah yang didapat dari seorang lulusan vokasi lebih rendah daripada upah lulusan program Sarjana. 

“Lulusan vokasi nggak akan pernah bisa dapat gaji yang didapat sama anak S1,” ucap Junior.

Meski disepelekan, program vokasi masih mendapat minat yang besar. Terbukti dari tingginya angka pendaftar yang mengikuti ujian masuk program vokasi di PTN. 

Di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta misalnya, jumlah pendaftar yang bersaing memperebutkan kursi di Sekolah Vokasi pada tahun 2017 mencapai 7.041 peserta, sementara jumlah mahasiswa yang dapat ditampung sebanyak 2.266 siswa.

Selain itu, jumlah pendaftar ujian seleksi masuk Program Vokasi Universitas Indonesia juga tidak kalah banyak. Pada 2017, jumlah siswa yang ingin menjadi “anak vokasi” mencapai 9.750 orang, dengan daya tampung sebanyak 330 siswa. 

Kemudian di Universitas Airlangga Surabaya, peserta ujian masuk vokasi pada 2016 mencapai 3.471 orang, dengan daya tamping sebanyak 1.355 siswa.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla menuturkan, tahun ini pemerintah memfokuskan pada program utama yakni meningkatkan kualitas (mutu) Sumber daya Manusia (SDM).

Peningkatan kualitas tersebut melalui cara pemberian vokasi, agar nantinya keahlian masyarakat bisa semakin bertambah.
Mereka bisa secara mudah menciptakan lapangan kerja.

“Tahun ini pemerintah memutuskan untuk program utamanya ialah meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) dengan cara vokasi, dengan cara meningkatkan skill (keahlian) menciptakan lapangan kerja,” ujar JK di Jakarta pada 6 Maret 2019.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengaku pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis dalam rangka membangun SDM yang kompeten pada 2019.

Empat program pendidikan vokasi industri yang bakal dijalankan, antara lain pendidikan vokasi berbasis kompetensi menggunakan sistem ganda atau dual sistem.

“Program itu diselenggarakan di seluruh unit pendidikan milik Kemenperin, yakni 9 SMK, 10 Politeknik, dan 2 Akademi Komunitas,” ucap Airlangga.

Pemerintah juga fokus pada pembangunan Politeknik Industri atau Akademi Komunitas di Kawasan Industri. Ini bertujuan mendorong peningkatan investasi dan pemberdayaan SDM lokal. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan