Bupati: Pesona Budaya Garut 2019 Lemah, Tak Sesuai Harapan

Bupati: Pesona Budaya Garut 2019 Lemah, Tak Sesuai Harapan

Gebyar Pesona Budaya Garut dikritik karena kurangnya promosi dan acara yang monoton. Bahkan Bupati Garut menyebut lemah.

Rudy Gunawan Kecewa Gebyar Pesona Budaya Garut Tak Sesuai Harapan

Konten.co.id (Garut) – Akhir pekan kemarin Pesona Budaya Garut digelar di Alun-alun Garut. Acara yang masuk dalam rangkaian Hari Jadi Garut (HJG) ke 206 itu malah dinilai kurang greget oleh masyarakat.

Bahkan banyak masyarakat yang justru tak mengetahui acara tersebut. Event sebesar itu dinilai sangat minim sosialisasi. Padahal menampilkan keindahan budaya Garut.

Haryono menyebut HJG malah terkesan sebagai ajang penghamburan uang rakyat. Padahal maksudnya tidak seperti itu. Namun justru yang terlihat, uang rakyat malah dibuang-buang.

Bupati Garut, Rudy Gunawan sampai menyebut jika acara yang dihadiri Menteri Pariwisata, Arief Yahya dan sejumlah duta besar itu lemah dari sejumlah aspek. Bahkan tidak sesuai harapan.

“Banyak yang tidak sesuai harapan. Lemah lah lemah HJG itu (gebyar acara),” kata Rudy usai apel di Lapangan Setda Garut

Ketua Masyarakat Peduli Anggaran Garut (Mapag), Haryono menyebut, kegiatan yang menghabiskan anggaran ratusan juta atau bahkan mencapai satu miliaran lebih itu dinilainya tak dirasakan masyarakat.

Padahal tujuannya sangat bagus untuk menunjukkan budaya Garut. Namun bukannya mengenalkan, kegiatan kemarin malah tak diketahui masyarakat.

“Saya apresiasi kegiatannya. Tapi masyarakat banyak yang tidak puas karena jauh dari apa yang diharapkan,” ucap Haryono saat dihubungi.

Haryono menyebut HJG malah terkesan sebagai ajang penghamburan uang rakyat. Padahal maksudnya tidak seperti itu. Namun justru yang terlihat, uang rakyat malah dibuang-buang.

“Harus jadi intropeksi. Bukan cuma hajat Dinas Pariwisata. Harus jadi hajat semua dinas dan khususnya semua masyarakat. Objek utamanya itu kan untuk masyarakat,” ujarnya.

Haryono meminta agar Bupati Garut bisa menumbuhkan sinergitas di antara dinas-dinas. Jangan sampai acara sebesar itu malah tak diketahui masyarakat.

“Masa ada tamu undangan dari Eropa Timur sampai pulang di tengah acara. Mungkin karena kurang tertarik acaranya. Orang luar itu, kalau sudah tertarik akam tonton sampai selesai,” ucapnya.

Nurul (31), warga Karangpawitan mengaku jika acara pekan kemarin sangat mengecewakan. Acaranya pun sangat monoton seperti tahun lalu.

“Saya juga baru tahu acaranya pas main ke kota. Dikira lagi ada kampanye. Tahunya ada acara pariwisata,” kata Nurul.

Seharusnya acara sebesar itu bisa dipromosikan di berbagai media. Tapi ia tak melihat ada satu pun promosi yang dilakukan. Bahkan spanduk acara pun tidak pernah ia lihat di sudut kota Garut.

“Aneh acara gede tapi promosi kurang. Gimana masyarakat mau datang. Cuma abisin anggaran saja,” ujarnya. (FW)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *