BPN Menilai Berhak Nyatakan Kemenangan Prabowo-Sandi

BPN Menilai Berhak Nyatakan Kemenangan Prabowo-Sandi

Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade menyayangkan banyaknya yang memandang negatif soal deklarasi kemenangan yang dilakukan paslon Prabowo-Sandi. Namun ia menilai itu hak BPN dalam menyatakan hal tersebut.

Berulang Kali Deklarasi, BPN Menilai Berhak Nyatakan Kemenangan Prabowo-Sandi

Konten.co.id – Serangan terhadap KPU tidak berhenti pasca-Pilpres 2019 selesai. Bahkan, KPU dituding melakukan kecurangan dengan menggelembungkan suara salah satu pasangan capres-cawapres. Tudingan penyelenggara pemilu tidak netral pun digaungkan di media sosial.

Padahal, tidak sedikit masyarakat yang menjadi petugas dan penyelenggara pemilu meninggal karena kelelahan menjaga pesta demokrasi ini. Hingga saat ini tercatat sudah jumlah anggota KPPS yang meninggal sudah mencapai 287 orang.

Mengenai banyaknya korban jiwa, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, hal itu disebabkan penyelenggara pemilu lapangan sangat kelelahan karena bekerja 24 jam tanpa henti. “Mereka sudah bekerja dari pagi ke pagi lagi untuk memastikan pemilu berjalan lancar,” katanya.

Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan turut berduka kepada penyelenggara pemilu yang gugur. Selain itu, ia menilai banyaknya kecurangan yang terstruktur dan masif bukan tanpa alasan.

Pihaknya menilai banyak yang melakukan kelalaian. Bahkan Bawaslu tidak memproses hukum secara adil terhadap kepala daerah yang melakukan deklarasi dukungan terhadap capres Joko Widodo (Jokowi). “Soal kecurangan, saya pikir Bawaslu ini macan kertas. Banyak kasus yang akhirnya masuk angin. Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) itu banyak pendukung Jokowi,” ucapnya.

Ia pun menyayangkan banyaknya yang memandang negatif soal deklarasi kemenangan yang dilakukan paslon Prabowo-Sandi. “Pak Prabowo tetap taat konstitusi. Data kami belum 100 persen tapi hak dalam demokrasi adalah kebebasan berpendapat,” ujarnya.

Sementara Ketua Bawaslu Adhan mengaku sudah membawa masalah kecurangan ke Gakkumdu. Namun ia mengaku hanya bisa menyerahkan laporan tersebut. “Tentu tidak arif dan bijak kalau saya bekeerja melebihi kapasitas,” imbuhnya.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristyanto mengatakan, soal kepala daerah yang mendukung petahana sudah mendapat teguran dan hukuman dari Bawaslu. Ia pun meminta agar pihak capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi tidak cepat mengambil langkah klaim kemenangan.

Sementara penghitungan suara belum sampai ke KPU. “Soal politik akal sehat, itu adalah taat pada tahapan-tahapan yang ada, jangan malah mengumumkan kemenangan dulu sebelum ada pengumuman resmi dari KPU. Jika memang merasa menang, buka saja datanya. Semudah itu,” kata Hasto. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *