Banser Laporkan Disdik Garut ke Polisi

Banser Laporkan Disdik Garut ke Polisi

Dinilai lalai dalam pengawasan pembuatan soal Bahasa Indonesia USBN SMP, Banser Garut laporkan Dindik Garut ke Mapolda Jabar

Dinilai Lalai, Banser Laporkan Disdik Garut ke Polisi

Konten.co.id – Dinilai bernada provokatif. Peredaran soal ujian mata pelajaran bahasa Indonesia pada USBN SMP di Garut, Jawa Barat, yang mencantumkan ‘bubarkan banser’, menuai banyak kecaman dari sejumlah pihak.

Buntutnya, Banser pun melaporkan Dinas Pendidikan (Disdik) Garut ke polisi. Disdik pun dinilai lalai dalam pengawasan pembuatan soal tersebut.

 “Kami dari jajaran Banser Jawa Barat tetap mengecam keras terhadap tim pembuat soal tersebut, karena itu jelas mendiskreditkan kita,” ujar Kasatkorwil Banser Jawa Barat Yudi Nurcahyadi, Rabu (10/4/2019).

Banser mengambil sikap dengan menempuh jalur hukum. Yudi mengatakan pihaknya telah melaporkan Dinas Pendidikan Garut ke Polda Jabar atas tudingan dugaan pencemaran nama baik.

“Kedua, kita tuntut Bupati Garut untuk mencopot Kadisdik Garut dan juga tim pembuat soal untuk dibubarkan agar tidak lagi terjadi masalah-masalah seperti itu,” ungkap Yudi.

Soal USBN yang mencantumkan ‘bubarkan banser’ pada USBN SMP 2019 mata pelajaran Bahasa Indonesia di Garut menuai banyak kecaman. Disdik dianggap lalai dalam pengawasan dan peredaran soal tersebut. Banser pun kini siap melaporkan Disdik Garut ke polisi

Nahdlatul Ulama lewat Pengurus Cabang Garut menyayangkan adanya soal yang dianggap berbau SARA itu. Wakil Sekretaris 1 Bidang Organisasi Hilman Umar Basori mempertanyakan maksud tim pembuat soal yang memasukan permasalahan pembakaran bendera ke dalam soal.

“Saya melihat ada kesalahan fatal yang dilakukan oleh dinas pendidikan. Di mana soal tersebut, ini mengandung sifat-sifat yang provokatif, yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah pendidikan yang seharusnya dilakukan,” ujar Hilman kepada wartawan di kantor LP Ma’arif, Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Rabu (10/4/2019).

Senada dengan NU, Ketua MUI Garut Sirojul Munir juga menyayangkan adanya soal kontroversial tersebut. Soal ‘Bubarkan Banser’ dianggap dapat menuai keresahan di masyarakat.

“Persoalan pembakaran bendera tersebut sudah selesai dengan ditegaskannya hukum oleh pihak penegak hukum. Tapi, dengan dimunculkannya di soal UN tersebut ini bisa menimbulkan keresahan baru di tengah-tengah masyarakat dan hal tersebut sangat tidak mendidik terhadap anak didik juga ada unsur provokatif,” ujar Munir.

Terpisah, Kadisdik Garut Totong masih menelusuri kertas soal ujian tersebut. Dia akan klarifikasi sejumlah pihak berkaitan permasalahan itu. Iamengakui adanya kesalahan dari pihaknya terkait soal ‘Bubarkan Banser’.

Disdik Garut pun memutuskan untuk menarik ribuan soal yang telah tersebar dan dikerjakan oleh para pelajar di 134 SMP di Garut yang melaksanakan ujian sekolah berbasis kertas dan pensil. Disdik juga akan mengulangi ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia. “Kami akan menarik kembali seluruh berkas naskah yang sudah dikirim ke sekolah dan kami akan susulan USBN ulang,” ungkap Totong. (AI)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan