Banjir Indramayu Rendam 5 Kecamatan, USBN SMP Ditunda

Banjir Indramayu Rendam 5 Kecamatan, USBN SMP Ditunda

Banjir di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat meluas. Lima kecamatan terendam hingga mengganggu USBN SMP.

Banjir Indramayu Rendam 5 Kecamatan, Ternyata ini Penyebabnya

Konten.co.id – Banjir di Kabupaten Indramayu semakin meluas. Ada Lima kecamatan terendam banjir akibat luapan Sungai Cimanuk.

Kepala BPBD Kabupaten Indramayu, Eddy Kusdiana mengatakan, ada lima kecamatan terdampak banjir yaitu, Kecamatan Indramayu, Kecamatan Lohbener, Kecamatan Sindang, Kecamatan Cantigi, dan Kecamatan Pasekan. Banjir mulai meluas sejak Senin (8/4/2019) malam.

Banjir di Kabupaten Indramayu merendam 5 kecamatan.

“Banjir ini akibat Sungai Cimanuk meluap. Debit air yang meningkat kemudian meluap ke pemukiman warga,” kata Eddy saat ditemui di posko pengungsian Balai Desa Plumbon, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Selasa (9/4/2019).

Akibat luapan banjir Sungai Cimanuk ini, pemukiman warga terendam banjir ketinggian antara 50-100 cm. Banjir terparah terjadi di Desa Kenanga, Kecamatan Indramayu.

Selain merendam pemukiman warga, sejumlah fasilitas umum pun ikut kebanjiran. Seperti SMPN 1 Indramayu yang terdampak imbasnya. Akibat terendam banjir, pelaksanaan USBN di SMPN 1 Indramayu terpaksa ditunda.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indramayu, Ali Hasan mengatakan, pelaksanaan USBN di SMPN 1 Indramayu terpaksa ditunda. Namun ia menjamin penundaan USBN tak akan merugikan siswa.

“Pelaksanaan USBN bisa menyusul. Setelah semuanya kondusif. Justru kalau dipaksakan malah akan merugukan siswa,” kata dia.

Ali Hasan menyampaikan, komplek sekolah SMPN 1 Indramayu terendam banjir setinggi 60 cm. Jadi sangat tidak memungkinkan untuk dilaksanakan USBN.

Ia mengaku, semestinya USBN dilaksanakan Senin-Sabtu (8-13/4/2019). Menurutnya, USBN baru akan dilaksanakan jika air sudah surut dan ruang kelas dibersihkan.

“Pelaksanaan USBN susulan akan dilaksanakan dalam waktu yang belum ditentukan. Menunggu semuanya kondusif agar tidak mengganggu psikologis siswa,” pungkasnya. (MHI)***

Denis Septianda
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan