Akankah Demokrat Berpaling dari Koalisi Prabowo-Sandi?

Akankah Demokrat Berpaling dari Koalisi Prabowo-Sandi?

Jawaban Andi Arief itu seolah membuka tabir adanya perselisihan yang terjadi dalam koalisi Prabowo-Sandiaga. Terutama selisih pendapat antar tokoh nasional yang menaungi Capres 02.

Andi Arief Serang Amien Rais yang Singgung Tokoh Safety Player

Konten.co.id – Politikus Partai Demokrat, Andi Arief menanggapi pernyataan Amien Rais. Mantan Ketua MPR itu menyindir tokoh yang tiba-tiba ragu terhadap hasil Pemilu 2019.

Pernyataan itu dibuat Amien di akun instagramnya. Ia menyebut sosok seperti itu tak layak diikuti. Namun Amien tak gamblang menyebut tokoh yang dimaksud.

“Saudara-saudaraku yang saya cintai, pada saat-saat seperti ini memang selalu muncul tokoh yang jadi gagap, ragu-ragu. Jadi serba bimbang, ragu, nggak ikut ke mana-mana. Jadi safety player. Jangan ikuti orang seperti itu,” kata Amien lewat akun Instagram miliknya, @amienraisofficial.

Sontak, pernyataan itu seperti ditujukan ke Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pasalnya SBY pernah meminta agar kader Demokrat tak melanggar konstitusi terkait hasil Pemilu.

“Saya berharap Pak Amien Rais tak usah sok jago nantang-nantang SBY. Dulu bukannya Pak Amien baru digertak SBY karena komentar hoak belaga pilon. SBY punya jalan berbeda dalam menyelamatkan situasi. Saya harap Pak Amien menahan diri. Soal marah semua orang bisa melakukan,” cuit @AndiArief__ di akun twitternya.

“Kita akan buktikan SBY atau Pak Amien Rais yang akan selamatkan situasi ini. SBY lebih kenal lama Prabowo dan tidak akan pernah menyarankan sebuah jalan yang akan mencelakakan. Pak Prabowo agar berhati-hati dengan jalan yang ditempuh Pak Amien. Saya tahu lama Pak Amien,” kata Andi.

Nampaknya deklarasi kemenangan Prabowo jadi soalnya. Apalagi Prabowo tak mempercayai hasil quick count. Ditambah tudingan banyaknya kecurangan dalam Pemilu 2019.

Jawaban Andi Arief itu seolah membuka tabir adanya perselisihan yang terjadi dalam koalisi Prabowo-Sandiaga. Terutama selisih pendapat antar tokoh nasional yang menaungi Capres 02.

Selain menanggapi pernyataan Amien Rais, Andi Arief juga membuat sebuah status yang jadi pertanyaan terkait koalisi Prabowo-Sandiaga.

Cuitan Andi dimulai saat ia mengomentari status Budiman Sudjatmiko.

“Mendeklarasikan diri secara sepihak sbg presiden di sebuah negara (dan mengerahkan massa yg menganggapnya sbg presiden mereka) adalah kudeta…,” tulis @budimandjatmiko di akun twitternya.

Andi pun menimpali status Budiman. Ia menulis, “Di seluruh dunia biasa fihak yang merasa menang deklarasi klaim. Filipina biasa banget. Bahkan terakhir di Israel dua kandidat klaim kemenangan. Beda dengan kudeta”.

Andi menyebut klaim dan tuduhan curang itu biasa dalam Pemilu. Bahkan pernah terjadi pada Pemilu 2009 saat SBY-Boediono menang.

Kala itu Megawati yang berpasangan dengan Prabowo juga tak menerima hasil quick count.

“Klaim dan tuduhan curang itu biasa dalam setiap pemilu. Ada mekanisme penyelesaiannya. Tahun 2009 Megawati-Prabowo juga protes pada quick count yang menyatakan SBY-Boediono menang. Bahkan menuduh kecurangan di 25 propinsi gitu @budimandjatmiko,” jawab Andi Arief.

“Apa beda protes kecurangan pemilu 2009 dan Pemilu sekarang? SBY-Boediono tenang. Pendukungnya tenang. TNI dan Polri tidak menampakkan ketakutan pada protes kecurangan. Karena memang gak melakukan kecurangan,” tambah Andi Arief.

Dua komentar Andi Arief kepada Amien Rais dan Budiman Sudjatmiko itu seperti jadi tanda. Apakah Demokrat akan bertahan di koalisi 02 atau malah berpaling? (FW)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *