Ada 16 Provinsi di Indonesia Rawan Kecurangan Pemilu 2019

Ada 16 Provinsi di Indonesia Rawan Kecurangan Pemilu 2019

Bawaslu mengukur indeks kerawanan cukup tinggi di 16 provinsidan 7 kota di Indonesia berdasarkan sosial politik, penyelenggaraan pemilu bebas dan adil, kontestasi, dan dimensi partisipasi.

Selain Malaysia, Ada 16 Provinsi dan 7 Kota di Indonesia Rawan Kecurangan Pemilu 2019

Konten.co.id – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Mochammad Afifuddin memetakan ada 16 provinsi di Indonesia yang memiliki indeks kerawanan tinggi dalam pelaksanaan Pemilihan Umum serentak 2019.

Dilansir dari Suara.com, Jumat (12/4/2019) dirinya menyebutkan, 16 provinsi dengan indeks kerawanan tinggi di atas skor rata-rata 49 hingga 55 itu adalah Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi dan Bengkulu.

Selanjutnya Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara.

Selain tingkat provinsi, Bawaslu RI juga memetakan ada delapan kabupaten/kota di Tanah Air yang memiliki indeks kerawanan tinggi dengan nilai rata-rata 66,88 hingga 80,21.

Diantaranya Kabupaten Jayapura, Lembata, Mamberamo Raya, Solok, Intan Jaya, Tolakara, dan Kabupaten Nduga.

Bawaslu mengukur indeks kerawanan di tingkat provinsi dan kabupaten itu berdasarkan empat dimensi, yakni sosial politik, penyelenggaraan pemilu bebas dan adil, kontestasi, dan dimensi partisipasi.

Adapun dimensi sosial politik di antaranya dipengaruhi orang kuat atau tokoh lokal, kekerabatan politik, mobilisasi uang, aparatur sipil negara yang tidak netral, dan mobilisasi dengan ancaman. Kemudian penyelenggaraan pemilu di antaranya hilangnya hak pilih hingga data pemilih yang tidak akurat dan komprehensif.

Dimensi kontestasi di antaranya meliputi masih tidak adanya keterwakilan kelompok disabilitas dan perempuan dalam daftar calon legislatif. Selain itu, dimensi partisipasi, yakni rendahnya paritisipasi dalam pengawasan dan rendahnya partisipasi kandidat peserta pemilu yang patuh aturan.

Tidak hanya itu, dimensi partisipasi juga mencakup rendahnya partisipasi kandidat untuk mengedukasi masyarakat dan akses media terhadap proses tahapan pemilu. “Dari pengukuran dimensi itu, Bawaslu menyebutkan Kabupaten Jayapura memiliki kerawanan tinggi yang mencakup keempat dimensi tersebut dengan skor 80,21,” tukasnya. (AI)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *