2 Siswi Sekolah Menengah AS Bersekongkol Membunuh 9 Orang

2 Siswi Sekolah Menengah AS Bersekongkol Membunuh 9 Orang

Seorang guru menemukan cacatan rinci pembunuhan  yang dibuat oleh dua siswi berusia 14 tahun di Amerika Serikat.

Dua Gadis Remaja Berusia 14 Tahun Ditangkap karena Merencanakan Pembunuhan

Konten.co.id – Dua gadis berusia 14 tahun ditangkap setelah guru mereka menemukan catatan rinci mengenai konsep pembunuhan mereka. Tak hanya satu, kedua gadis ini berencana untuk membunuh sembilan orang.

The Highland County School Board telah mengkonfirmasi kepada CNN bahwa dua siswa sekolah menengah pertama Avon Park di Florida, AS, telah di tahan pada hari Rabu (17/04/2019). Pihak sekolah hanya memberikan pernyataan bahwa mereka kemungkinan berencana untuk menyakiti orang lain di luar sekolah.

Dilansir dari BBC, berkas tersebut berisikan rencana cara pembunuhan dan catatan daftar nama korban yang ditulis dengan tangan. Selain itu, berkas tersebut mempunyai sampul yang dilabeli Private info, Do not open (informasih pribadi, jangan dibuka).

Dokumen yang berisi delapan lembar kertas itu berisi rencana tertulis untuk mendapatkan senjata, membunuh sembilan orang dan membuang sembilang mayat tersebut.

Seorang guru melaporkan kepada polisi bahwa dia telah melihat gerak-gerik mencurigakan dari kedua gadis itu ketika mereka menyadari dokumen tersebut telah hilang. Mereka khawatir akan tertangkap oleh polisi. Salah satunya akan mengatakan bahwa catatan itu hanya sebuah lelucon jika mereka memanggil dirinya dan jika mereka menemukan dokumen itu.

Andrew Lethbridge, seorang pengawas sistem di Highlands County School mengatakan bahwa ancaman tersebut akan ditanggapi dengan sangat serius walaupun hanya berupa coretan-coretan tangan gadis berusia 14 tahun. Menurutnya kedua gadis itu harus bertanggung jawas atas apa yang telah mereka tuliskan atau katakan.

Menurut laporan kepolisian setempat, kedua gadis akan menghadapi sembilan tuduhan kosnpirasi untuk melakukan pembunuhan dan tiga tuduhan konspirasi untuk penculikan. Mereka telah berada di penjara sembari menunggu persidangan. (RM)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *