Zimbabwe Alami Krisis, Rumah Sakit Kehabisan Stok Obat

Zimbabwe Alami Krisis, Rumah Sakit Kehabisan Stok Obat

Inflasi yang parah membuat negara di Benua Afrika ini harus mengalami kekurangan pasokan obat. Namun sejumlah petinggi negeri malah memilih berobat ke luar negeri.

Petugas Medis di Zimbabwe Mogok Akibat Tak Ada Obat

Konten.co.id (Zimbabwe) – Sejumlah dokter senior di Zimbabwe menjalankan aksi mogok untuk menuntut kenaikan gaji. Mereka juga mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah kekurangan obat di rumah sakit.

Layanan pengobatan bisa terhenti karena kurangnya pasokan obat. Dilansir dari Guardian, aksi mogok dokter ini telah memasuki hari kedua pada Rabu (13/3/2019). 

Mereka berdemo di lingkungan rumah sakit Parirenyatwa untuk menuntut janji pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan. 

Mereka juga menyatakan bahwa pasien-pasien yang berada di rumah sakit besar di Zimbabwe sedang sekarat karena kurangnya pasokan obat-obatan dan hanya menerima pasien dengan kondisi darurat.

Bothwell Guzha, seorang dokter ahli kanker mengatakan bahwa mereka hanya bisa memeriksa pasien dan mendiagnosisnya. Tanpa memberikan resep obat kanker untuk menolongnya. 

“Rumah sakit sudah tidak mempunyai pasokan obat,” ujar Guzha.

Sistem pendistribusian kesehatan Zimbabwe telah runtuh dalam dua dekade terakhir. Sebagian besar disebabkan oleh krisis ekonomi. 

Kurangnya fasilitas dan obat-obatan telah membuat banyak petugas kesehatan untuk pergi bekerja di luar negeri. 

Masyarakat dan politikus yang berada di kelas atas bahkan pergi ke negara tetangga, Afrika Selatan untuk perawatan kesehatan.

Dalam pertemuan dengan menteri kesehatan, Obaja Moyo, para dokter mengatakan bahwa mereka kekurangan obat penghilang rasa sakit dan jarum suntik.

Bahkan perawat harus mencuci perban bekas untuk digunakan kembali sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi.

Azza Mashumba, kepala ruang bersalin, mengatakan bahwa sudah tidak ada aktivitas di ruangan itu dalam beberapa waktu ini karena kekurangan peralatan medis dan obat-obatan. 

Hal itu memaksa dokter untuk menunda operasi caesar yang kadang-kadang dapat berakibat fatal pada pasien. 

Negara ini telah mengalami inflasi yang sangat parah. Akibatnya berdampak pada lonjakan harga, kekurangan bahan-bahan pokok, obat-obatan dan bahan bakar.

Tahun lalu, para dokter muda menjalankan aksi mogok selama 40 hari menuntut hal yang sama dengan aksi mogok tahun ini. Pemerintah juga memecat 550 tenaga medis pada malam natal dengan alasan pemogokan kerja yang dilakukan telah melanggar hukum. (RM)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan