Yusril Tegaskan Perjuangannya untuk Guru Honorer

Yusril Tegaskan Perjuangannya untuk Guru Honorer

Yusril Ihza Mahendra menegaskan dirinya akan terus memperjuangkan nasib guru honorer. Hal itu dibuktikan secara kongkrit dengan menempuh langkah uji materi tentang guru honorer ke MA.

Ajukan Uji Materi ke MA, Yusril Tegaskan Perjuangannya untuk Guru Honorer

Konten.co.id – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Prof Yusril Ihza Mahendra menegaskan komitmen dan perjuangannya bagi tenaga honorer untuk diangkat menjadi PNS lewat pengajuan uji materi di Mahkamah Agung.

“Kita telah mengajukan uji materi tentang tenaga honorer untuk diangkat menjadi PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Mahkamah Agung dan tinggal menunggu putusan,” ujarnya kepada beberapa awak media di salah satu restoran di Banjarbaru, Rabu (27/3/2019).

Putusan MA menyatakan Permen PAN-RB No. 36 tahun 2018 tentang batas usia peserta seleksi CPNS bertentangan dengan UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Pasal 28D ayat (2) UUD 1945. Putusan uji materi atas ketentuan tersebut menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja, dan berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Dengan demikian, tidak berlaku lagi batas usia 35 tahun bagi peserta seleksi CPNS para guru honorer atau pegawai tidak tetap, yang masih bekerja secara terus menerus paling singkat lima tahun.

Yusril selaku kuasa hukum tenaga honorer juga mengatakan, gugatan tersebut dilakukan untuk membantu agar tenaga honorer bisa diangkat sebagai PNS atau ASN, khususnya bagi honorer yang telah berusia lebih dari 36 tahun.

Hal ini, lanjut Yusril, ketika seorang honorer telah mengabdi beberapa tahun, namun ketika usianya sudah melebihi 36 tahun, ia tidak bisa diangkat menjadi ASN.

“Jadi memang mereka (Honorer) sudah memberikan kuasa hukum kepada saya. Dan langkah hukumnya sudah kita lakukan dengan uji materil terhadap peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ke Mahkamah Agung,” jelasnya.

“Kita memperjuangkan honorer tidak hanya berwacana, namun kita lakukan secara nyata melalui jalur hukum dan pengadilan,” ujarnya.

Menurut Yusril persoalan tersebut sudah ia sampaikan juga kepada Presiden Jokowi dan hal itu disambut positif presiden untuk diperjuangkan dan dilaksanakan.

“Kalau Capres dan Cawapres 01 terpilih tenaga honorer tersebut akan diperjuangkan untuk menjadi ASN dan itu sudah mulai kita lakukan, bukan hanya berwacana saja,” pungkasnya. (AI)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *