Waspada Rhinosinusitis Penyebab Kematian

Waspada Rhinosinusitis Penyebab Kematian

Penyumbatan pada rongga hidung cukup berbahaya bahkan bisa menyebabkan meninggal dunia. Kenali gejala awal penyakit Rhinosinusitis.

Peradangan Hidung Bisa Sebabkan Kematian

Konten.co.id – Hidung tersumbat bukanlah hal biasa. Terutama jika hal itu terjadi dalam waktu yang lama. Bisa jadi seseorang tersebut mengalami penyakit Rhinosinusistis.

Rhinosinusitis bisa diartikan sebagai peradangan pada hidung atau paranasal. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Staphylococcus dengan cirinya yang rentan terlihat ialah hidung yang sering tersumbat akibat peradangan tersebut.

“Karena penyumbatan pada rongga hidung, penderita jadi susah bernapas. Tidak jarang pasien bisa mengalami kematian,” ujar dr Yanti Ria, SpTHT dokter spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) RS Awal Bros kepada Konten.co.id, Selasa (26/3 /2019).

Memang kasus pasien yang meninggal akibat Rhinosinusitis belum terlalu besar, namun penyakit ini tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Sebab komplikasi akibat penyakit ini cukup mengerikan. Penderita bisa saja sampai mengalami radang selaput otak atau meningitis.

“Biasanya penderita sulit bernapas sehingga aliran darah dari otak sulit mengalir ke seluruh tubuh. Menyebabkan virus meningitis mudah menyebar ke bagian selaput otak,” terangnya.

Gejala awal Rhinosinusitis sangat mudah terlihat. Pasien mengalami hidung tersumbat,  meler dengan warna hijau pekat, serta berkurangnya daya penciuman. 

Selain itu juga terlihat hidung menjadi bengkok karena perubahan anatomi tubuh. 

“Yang bahaya adalah karena perubahan bentuk hidung menjadi bengkok. Karena virus yang menyumbat hidung, aliran radang atau kotoran sulit dikeluarkan. Sehingga menimbulkan infeksi pada sinus yang jadi penyebab sinusitis,” jelas wanita berusia 46 tahun ini.

Ia menjelaskan, untuk tahap pengobatannya, dapat diberikan antibiotik dalam bentuk oral melalui mulut seperti tablet atau dalam bentuk topikal misalnya tetes atau semprot hidung selama 7 sampai 14 hari. 

“Obat ini bersifat antibiotik yang bisa mengurangi peradangan virus,” ucapnya.

Jika masih belum bisa disembuhkan dengan cara tersebut atau penyakitnya sudah semakin parah, pihaknya juga akan melakukan pembedahan. Kata Yanti, ada beberapa jenis pembedahan yang dapat dilakukan. 

Pada functional endoscopic sinus surgery (FESS), dokter bedah akan membersihkan sinus dan memperluas lubang drainase dengan menggunakan endoskop. Bisa dilakukan dengan anestesi lokal atau umum.

Sementara Balloon sinuplasty, pihaknya menempatkan tabung fleksibel kecil ke dalam sinus yang terblokir dan kemudian ujung balon akan mengembang. 

“Hal ini akan mengembalikan fungsi sinus. Jaga kesehatan sinus dari berbagai jenis bakteri harus dilakukan agar tidak terserang penyakit tersebut,” sarannya. (AI) 

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan