Warna Tertentu Bisa Beri Ketenangan Pada Seseorang

Warna Tertentu Bisa Beri Ketenangan Pada Seseorang

Warna cat di rumah bisa jadi menentukan sifat dan suasana hati pemiliknya. Perilaku seseorang juga akan tergambar dari warna yang disukai.

Psikologi Warna Berdampak Pada Perilaku Manusia

Konten.co.id – Setiap warna memiliki warna yang berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa warna dapat memengaruhi suasana hati, tingkat energi, dan pilihan kita.

Leslie Harrington, seorang ilmuwan dan konsultan warna, menyatakan ketika kita tidak menyadari nuansa di sekitar kita, warna masih dapat memengaruhi kita terutama jika itu warna yang cerah ataupun lembut.

“Warna benar-benar dapat memengaruhi perilaku, berpikir dan suasana hati seseorang,” tambahnya.

Misalnya kita berjalan ke ruangan berwarna merah, pink, atau biru, kita dapat merasakan perubahan yang dapat diukur dengan detak jantung. Ini adalah reaksi tubuh secara tidak sengaja.

Dari sudut pandang psikologi, Harrington menjelaskan bahwa tidak semua orang memiliki asosiasi yang sama dengan warna.

Faktanya, persepsi beragam warna yang terbentuk tergantung dari pengalaman, budaya dan pribadi yang kita miliki.

Contohnya warna merah yang secara universal dikaitkan dengan cinta. Atau Korea Selatan yang mempunyai budaya memakai baju putih untuk pemakan, sementara banyak budaya Barat memakai warna-warna gelap.

Setiap orang memiliki pengalaman pribadi dengan warna. Tidak ada satu naungan yang tepat untuk semua orang bahkan jika mereka memiliki sifat yang sama sekalipun.

Studi tentang Psikologi warna telah ada selama beberapa dekade kebelakang. Seperti pada awal tahun 1880-an, Florence Nightingale, membahas pentingnya penerapan warna yang bervariasi dan “cerah” di rumah sakit dengan tujuan untuk meningkatkan suasana hati dan hasil kesehatan para pasien.

Atau Faber Birren, seorang pakar warna pada tahun 1950, mengatakan beberapa warna biru dan hijau dapat membuat tenang atau sepert obat penenang atau bahkan menjadi hipnotis.

Warna pink cerah yang diaplikasikan di penjara pada tahun 1960 oleh para peniliti untuk mempelajari pengaruhnya terhadap narapidana. Warna yang kemudian dinamai “Baker-Miller Pink” ini ditunjukkan untuk mengurangi sikap agresif, keras, serta menurukan tekanan darah dan detak jantung.

Harrington menyarankan untuk mempertimbangkan fungsi utama setiap ruangan sebelum memilih cat, yang paling penting ketika mendesain sebuah ruangan adalah memikirkan respon emosional dan pengalaman yang diinginkan.

Menurutnya “warm color” cenderung lebih menggembirakan dan “cool color” cenderung lebih menenangkan.

Bahkan artis dan model Kendall Jenner pun mengakui teori psikologi warna dengan mengecat warna kamarnya dengan Baker-Miller Pink yang menurut penlitian dapat menenangkan dan menekan nafsu makan. (RM)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *