fbpx

Wanita Kurang, China Selundupkan Gadis Myanmar

Wanita Kurang, China Selundupkan Gadis Myanmar

Sudah puluhan tahun gadis Kachin jadi korban perbudakan seksual. Mereka dijual dengan harga puluhan juta rupiah ke keluarga di China.

Gadis Myanmar Dijual ke China untuk Hasilkan Anak Lelaki

Konten.co.id – Kurangnya wanita di China menyebabkan Gadis-gadis Kachin di Myanmar diperdagangkan ke China dalam perbudakan seksual.

The Human Rights Watch melaporkan mengenai penelitian yang diberi judul “Give Us a Baby and We’ll Let You Go: Trafficking of Kachin ‘Brides’ from Myanmar to China,”. Perempuan-perempuan di Myanmar diperdagangkan dan dinikahkan ke pria China dengan harga tertentu. Di Tiongkok, mereka biasanya dikunci di sebuah kamar dan diperkosa hingga mereka hamil.

Dilansir dari Independent, anggota keluarga dan orang-orang yang mereka pecayai menjanjikan pekerjaan di China kepada mereka. Tetapi ternyata mereka menjual para perempuan Kachin ke China dengan harga sekitar Rp 42-184 juta.

Heather Barr mencatat dalam laporan bahwa pemerintah Myanmar dan China tidak memberikan perhatian pada kasus perdagangan yang dilakukan oleh orang-orang China. Seharusnya mereka dapat mencegah dan membantu para korban. Serta menuntut para pelaku perdagangan wanita ini.

Kurangnya mata pencaharian dan perlindungan hak-hak dasar telah membuat perempuan Kachin menjadi sasaran empuk bagi pelaku perdagangan manusia. Masalah ini tidak menjadi sebuah prioritas bagi penegak hukum di kedua perbatasan.

Jumlah perempuan di China telah menurun secara terus-menerus sejak tahun 1987. Dengan kesenjangan gender di antara lelaki dan perempuan berusia 15-29 tahun yang meningkat.

Para peneliti memperkirakan China memiliki data 30-40 juta perempuan hilang yang mungkin akan bertahan sampai hari ini jika kebijakan untuk memiliki satu anak laki-laki di China dihapuskan.

Kebijakan tersebut diberlakukan di China sejak tahun 1979 hingga 2015 yang bertujuan untuk mengendalikan populasi manusia. Mereka juga mengaitkan kelangkaan perempuan ini dengan pembatasan China terhadap hak-hak reproduksi perempuan.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa negara Asia memiliki 34 juta lebih banyak pria dibandingkan perempuan. Namun dengan jumlah perempuan China dengan usia subur antara 20-39 tahun diperkirakan akan turun sekitar lebih 39 juta selama dekade berikutnya.

Beberapa keluarga di Cina menanganinya dengan membeli perempuan atau gadis-gadis yang diperdagangkan. Walaupun sulit memperkirakan jumlah perdagangan perempuan di China, pemerintah Myanmar melaporkan ada 26 kasus pada tahun 2017. Tetapi para ahli mengatakan pada The Human Rights Watch bahwa kemungkinan besar jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi dari itu.

Seorang perempuan Kachin mengatakan bahwa dia telah diperdagangkan pada usia 16 tahun oleh saudara iparnya. Dia mengatakan bahwa tangannya diikat dan mereka (keluarga China) mengurungnya di sebuah kamar selama satu atau dua bulan.

“Setiap seorang pria Cina membawakan saya makanan, ia memperkosa saya,” ujar gadis tersebut.

Laporan ini sebagian besar didasarkan pada wawancara dengan 37 korban perdangangan, 3 keluarga korban, pejabat pemerintah, polisi Myanmar, serta anggota kelompok lokal. (RM)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video